Joao Felix dan 3 Pemenang Golden Boy yang Kini Meredup

Penghargaan Golden Boy sempat menjadi simbol masa depan cerah bagi pemain muda Eropa. Namun, tidak semua yang meraihnya berhasil bertahan di level tertinggi.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 04 Agustus 2025, 14:25 WIB
Pelatih Chelsea, Joao Felix menggigit jerseynya setelah gagal mencetak gol ke gawang Ipswich Town pada laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Portman Road, Ipswich, Inggris, Selasa (31/12/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Richard Pelham)

Liputan6.com, Jakarta Penghargaan Golden Boy sempat menjadi simbol masa depan cerah bagi pemain muda Eropa. Namun, tidak semua yang meraihnya berhasil bertahan di level tertinggi.

Nama-nama seperti Erling Haaland, Jude Bellingham, hingga Lamine Yamal menunjukkan bahwa harapan itu kadang jadi kenyataan. Sayangnya, ada juga yang justru tenggelam setelah bersinar sesaat.

Joao Felix salah satunya, pemain yang sempat dianggap pewaris tahta bintang top Eropa. Kini, ia sulit menemukan konsistensi dan posisinya di klub pun tak menentu.

Bakat besar saja ternyata tidak cukup untuk menjamin karier yang cemerlang. Ada banyak faktor lain yang memengaruhi keberlangsungan seorang bintang muda.

Berikut empat pemenang Golden Boy yang kariernya kini jauh dari sorotan. Siapa saja mereka?


1. Mario Balotelli

Striker Italia yang kini berusia 34 tahun dan berstatus tanpa klub, Mario Balotelli pernah didatangkan Liverpool dari klub Serie A, AC Milan pada awal musim 2014/2015 dengan nilai transfer 20 juta euro. Sempat dipinjamkan kembali ke AC Milan selama semusim pada 2015/2016, ia akhirnya dilepas permanen ke OGC Nice pada awal musim 2016/2017 dengan status bebas transfer. Bersama Liverpool ia total tampil dalam 28 laga di semua kompetisi dengan torehan 4 gol. (AFP/Paul Ellis)

Dari seluruh pemenang Golden Boy era 2000-an, hanya Lionel Messi yang masih aktif bermain hingga 2025. Nama-nama lain seperti Sergio Aguero dan Wayne Rooney sudah pensiun atau beralih ke dunia kepelatihan.

Mario Balotelli sempat bersinar di awal 2010-an setelah bergabung dengan Manchester City. Ia mencatat momen bersejarah seperti assist untuk gol penentu gelar Aguero dan gol spektakuler melawan Jerman di Euro 2012.

Namun perjalanan kariernya penuh pasang surut, termasuk kegagalan mencetak gol dalam enam laga terakhirnya bersama Genoa. Kini di usia 34 tahun, ia kembali berstatus tanpa klub dan membuka kemungkinan kembali ke Turki.


2. Anthony Martial

5. Anthony Martial (60 juta euro) - Manchester United melabuhkan winger asal Prancis ini dari Monaco dengan transfer mencapai 60 juta euro. (AFP/Peter Powell/pool)

Sulit dipercaya bahwa Anthony Martial kini bermain di Liga Yunani sebelum usianya menyentuh 30 tahun. Padahal, ia sempat mencuri perhatian dengan gol solo menawan saat debut di Premier League melawan Liverpool.

Selama sembilan musim bersama Manchester United, Martial mencetak total 90 gol. Ia sempat menunjukkan potensi besar, seperti saat era pandemi, tapi gagal tampil konsisten hingga akhirnya tenggelam.

Di musim debutnya bersama AEK Athens, Martial mencetak sembilan gol dari 23 penampilan. Sebuah awal yang cukup baik, tapi jauh dari ekspektasi masa mudanya dulu.


3. Renato Sanches

8. Renato Sanches, gelandang berusia 18 tahun ini adalah produk akademi Benfica yang kemudian dipromosikan ke tim senior Benfica. Berkat bakatnya yang luar biasa, tak heran bila Bayern Munchen pun meminangnya. (AFP/Francisco Leong)

Secara teknis, Renato Sanches kini kembali memperkuat PSG, sang juara Eropa. Ia pulang usai menjalani dua masa pinjaman yang kurang mengesankan.

Lanjut Baca:

Akan tetapi, tak akan mengherankan jika ada yang menyangka Sanches kini bermain di klub tak dikenal di Qatar. Namanya memang nyaris tak terdengar dalam beberapa musim terakhir. Meski kariernya terus berputar di level atas Eropa, performanya tidak mencerminkan hal itu. Dua kali jadi starter liga dalam dua musim terakhir menjadi bukti bahwa kariernya tak sesuai harapan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya