None Favorit Jakarta Barat 2025, Ingin Jadi Agen Perubahan bagi Generasi Muda

Ajang Abang None Jakarta Barat 2025 telah berlangsung dan Bulan Bazla Syasya Sabri menjadi None Favorit Jakarta Barat 2025.

oleh Tim NewsDiperbarui 04 Agustus 2025, 12:41 WIB
Ajang Abang None Jakarta Barat 2025 telah berlangsung. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Ajang Abang None Jakarta Barat 2025 melahirkan sosok inspiratif baru yaitu Bulan Bazla Syasya Sabri, berusia 19 tahun merupakan mahasiswi jurusan Hukum dari Universitas Pelita Harapan. Dia dinobatkan sebagai None Favorit Jakarta Barat 2025.

Bagi Bulan, kemenangan ini bukan sekadar gelar, tapi langkah awal dalam perjalanannya menjadi agen perubahan bagi generasi muda ibu kota.

Dengan latar belakang pendidikan yang tak biasa, menghabiskan masa SD hingga SMP di Pakistan Embassy College Beijing, China, lalu melanjutkan SMA di Tangerang, Banten, Bulan dikenal sebagai pribadi yang berani keluar dari zona nyaman.

"Pengalaman di ajang Abang None ini adalah yang pertama sepanjang hidup. Saya belum pernah ikut lomba apapun sebelumnya. Awalnya merasa ini bukan dunia saya. Tapi ternyata Allah membuka jalan, dan saya bersyukur karena mencoba," ujar Bulan melalui keterangan tertulis, Senin (4/8/2025).

Dari 380 peserta yang mendaftar, Bulan lolos ketahap semifinalis, lalu ke 30 besar finalis, dan akhirnya meraih gelar favorit yang dipilih langsung oleh masyarakat.

Perjalanan Bulan di ajang Abang None Jakarta Barat 2025 tidak mulus. Ia mengaku sempat pesimis, terutama di tengah ketatnya persaingan dan intensitas pelatihan. Proses karantina selama 1,5 bulan dimulai tepat di hari ulang tahunnya yang ke-19.

"Waktu itu sempat sedih karena ulang tahun harus di karantina. Tapi di sisi lain, itu menjadi salah satu momen paling berharga dalam hidup saya," ucap Bulan.

 

Tantangan Terberat

Menurut Bulan, tantangan terberatnya bukan hanya pelatihan fisik dan mental, tetapi juga membagi waktu antara kuliah, karantina, dan waktu istirahat. Meski demikian, semangat dari rekan-rekan finalis dan dukungan keluarga membuatnya tetap kuat.

Salah satu kekuatan utama Bulan adalah kemampuannya dalam berbahasa Inggris, yang menjadikannya unik di antara para finalis.

"Ciri khas saya adalah kefasihan berbahasa Inggris. Itu sangat membantu saya menyampaikan ide dan berdialog secara percaya diri," ucap dia.

Saat ditanya siapa sosok yang paling menginspirasinya, Bulan menjawab.

"I would say both of my parents are my inspiration. I aspire to be like them always, and I always look up to them ever since I was small," ujar puteri bungsu dari tiga bersaudara puteri pasangan Tato Juliadin Hidayawan dan Rini Apriani.

"Menjadi None Jakarta Barat bukan hanya tentang tampil di panggung, tapi tentang representasi dan tanggungjawab sosial. Representasi anak muda Jakarta berarti hadir bukan hanya sebagai penonton, tapi juga pelaku perubahan," sambung dia.

Bulan mengatakan, anak muda harus berani menyuarakan keresahan, menyumbang gagasan, dan aktif menjaga nilai keberagaman kota ini. Karena Jakarta bukan hanya tempat tinggal kita hari ini, tapi warisan yang akan ditinggalkan besok.

Bulan berkomitmen untuk terus aktif menyuarakan gagasan serta terlibat dalam kegiatan sosial, khususnya di Jakarta Barat. Dalam waktu dekat, ia ingin menyumbangkan inovasi kecil namun berdampak sebagai kontribusi langsung terhadap masyarakat.

"Jika ada kesempatan untuk terjun ke dunia hiburan, public speaking, atau bahkan pemerintahan, saya akan ambil. Saya ingin terus belajar dan berkembang," jelas Bulan.

Infografis 100 Hari Kerja Pramono Anung-Rano Karno Pimpin Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya