Pakai Tenaga Surya, Masjid Buya Syafii Maarif Sijunjung Hemat Ratusan Ribu Per Bulan

Selain menjamin pasokan listrik, penerapan PLTS ini juga menghemat biaya pembayaran listrik yang dipakai masjid ini setiap bulannya.

oleh Tim RegionalDiperbarui 04 Agustus 2025, 09:30 WIB
Pemasangan panel surya di Masjid Buya Syafii Maarif di Sumpur Kudus Sijunjung. (Liputan6.com/ ist)

Liputan6.com, Sumatera Barat - Masjid Buya Syafii Maarif di Sumpur Kudus Selatan, Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat beralih menggunakan energi bersih dari listrik PLN ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Selain menjamin pasokan listrik, penerapan PLTS ini juga menghemat biaya pembayaran listrik yang dipakai masjid ini setiap bulannya.

Wali Nagari Sumpur Kudus Selatan, Khairul Basri mengatakan kini masjid tidak lagi mengalami pemadaman listrik, dan masyarakat bisa beribadah dengan nyaman.

“Sebelumnya, kami mengeluarkan biaya sekitar Rp350 ribu per bulan untuk tagihan listrik,” kata Khairul yang juga Takmir Masjid Buya Syafii Maarif Sijunjung.

Pemakaian tenaga surya cukup penting di sini, lanjutnya, karena pemadaman listrik terjadi hampir setiap hari sebab secara geografis daerah Sumpur Kudus Selatan yang di kelilingi perbukitan rawan longsor dan pohon tumbang yang kerap menimpa tiang listrik.

Ia mengatakan panel surya telah dipasang sejak 2 Mei 2025 lalu yang diinisiasi oleh Muslim for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC) Indonesia bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui program program Sedekah Energi.

Program tersebut juga bertujuan mengedukasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyediaan energi terbarukan di rumah ibadah, khususnya masjid, sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap solusi perubahan iklim.

"Program Sedekah Energi merupakan bentuk baru dari sedekah yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberi manfaat bagi bumi. Allah SWT memerintahkan kita untuk menjaga bumi, dan melalui program ini, umat Muslim bisa terlibat langsung dalam menjaga kelestariannya," ujar Elok Faiqotul Mutia, Project Lead Sedekah Energi MOSAIC saat meresmikan PLTS Masjid Buya Syafii Maarif pada Sabtu (2/8/2025).

Dengan adanya program ini, ia berharap program sedekah energi bisa diduplikasi oleh banyak pihak khususnya masjid-masjid di Sumbar. Kata Mutia, sedekah energi tidak hanya fokus pada solarisasi tapi juga proses pelatihan yang bisa diakses untuk umum.

"Pelatihannya berupa cara audit menghitung kebutuhan energi dari panel surya sampai dengan pemasangannya," ucapnya.

 

Bauran Energi Sumbar

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat, Helmi Heryanto, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini. Ia menilai program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan fasilitas energi bersih di Sumatera Barat.

“Kami sangat menyambut baik dan mendukung agar program ini bisa diperluas ke daerah lain, terutama wilayah-wilayah yang masih belum terjangkau listrik secara merata seperti di Kepulauan Mentawai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini bauran energi di Sumbar meningkat. Secara mix energi primer Energi Baru Terbarukan (EBT) Sumbar sudah mencapai 30,59 persen. Jauh diatas EBT nasional yang masih 14 persen.

Sementara itu, secara pembangkit listrik, Helmi mengklaim EBT Sumbar sudah mencapai 52 persen. "Hanya 48 persen saat ini pembangkit listrik kita dari energi fosil," katanya.

Ia menambahkan, keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) seperti ini turut menginspirasi pemerintah untuk mempercepat transisi energi bersih.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya