Liputan6.com, Jakarta- Kompetisi sepak bola putri usia dini semakin diminati. Kekuatan juga mulai berimbang. Hal ini terlihat pada MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 1 2025 - 2026 yang bergulir di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Muncul juara barupada final yang berlangsung Minggu (3/8/2025).
SD 3 Bulungcangkring keluar sebagai juara baru KU 10 usai membuat kejutan dengan mengalahkan SD Muhammadiyah Birrul Walidain, yang berstatus dua kali juara pada MLSC Kudus Seri 2 2024 dan MLSC Kudus 2025.
Advertisement
Sedangkan SDUT Bumi Kartini Jepara menunjukkan supremasi dengan mempertahankan gelar juara KU 12 kelima beruntun, usai mengalahkan SDN Jambean 02 Pati di final dengan skor 3-2.
“Saya tidak menyangka bisa mencetak gol sebanyak ini dan menjadi penentu kemenangan di pertandingan final. Saya juga sempat grogi karena lawan bermain bagus dan lebih diunggulkan menjadi juara. Saya ingin mempersembahkan kemenangan ini buat semua teman, guru, dan terutama kedua orangtua,” ucap kapten SD 3 Bulungcangkring Putri Lestari yang juga merupakan Top Scorer KU 10 dengan 54 gol.
Melihat hasil seri 1, Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Kudus, Yayat Hidayat menilai bahwa kualitas para putri Kudus mengalami peningkatan dan merata baik dari KU 10 maupun KU 12.
Munculnya Talenta Baru
Selain itu, dari hasil pemantauan selama turnamen berlangsung 29 Juli sampai 3 Agustus, tak sedikit pula peserta baru yang menarik perhatian tim talent scouting. Ia beserta jajaran tim sudah mengantongi sebanyak 50 nama dari KU 10 dan 20 pesepakbola dari KU 12 untuk mengikuti MilkLife Soccer Extra Training yang bergulir secara rutin dan intensif selama tiga kali dalam sepekan.
“Peserta pada MLSC Kudus Seri 1 2025 - 2026 mengalami peningkatan secara kualitas dan merata. Hal ini tentu menjadi angin segar karena ternyata masih banyak bibit-bibit potensial di Kudus yang baru muncul. Mereka akan kami latih secara rutin di Supersoccer Arena yang nantinya akan terpilih mewakili skuad Kudus pada MLSC All Stars 2026,” ucapnya antusias.