Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) AU Marsma I Nyoman Suadnyana mengungkapkan, dirinya sempat berbincang selama 40 menit dengan almarhum Marsma Fajar Adrianto pada Jumat, 1 Agustus 2025.
Keduanya berbincang melalui saluran telepon. Tepatnya, dua hari sebelum Marsma Fajar tewas karena kecelakaan pesawat di Bogor Jawa Barat, Minggu (3/8/2025).
Advertisement
"Saya terakhir berhubungan dengan beliau hari Jumat kemarin. Saya telepon-teleponan terkait bagaimana inovasi Dispen ke depan, memajukan Dispen AU 40 menit sendiri," kata I Nyoman kepada wartawan di rumah duka Marsma Fajar, Jalan Triloka XI Pancoran Jakarta Selatan, Minggu (3/8/2025).
Dia menyampaikan, Marsma Fajar banyak memberikan masukan apa yang harus dilakukan Dinas Penerangan AU ke depannya. Marsma Fajar berpesan agar Dispen AU memberikan yang terbaik kepada media massa.
"Kalau memang ada yang kurang, kita perlu koreksi dari media, itu yang paling penting mungkin. Sehingga kita tahu kekurangan kita apa, sehingga ke depan bisa kita perbaiki untuk menjadi yang lebih baik," ujarnya.
Sosok Panutan
I Nyoman mengaku merasa kehilangan sosok panutan seperti Marsma Fajar. Dia menyebut Marsma Fajar merupakan pilot terbaik dan penerbang pesawat tempur F-16.
"Beliau menjadi panutan kita, orang berdedikasi tinggi, mungkin rekan-rekan semua kenal beliau sebagai kadispen sebelum saya. Beliau betul-betul banyak inovasi untuk Dispen AU, termasuk dengan rekan media," tutur I Nyoman.
Tak hanya itu, kata dia, Marsma Fajar juga salah satu penerbang TNI AU yang disegani. I Nyoman mengatakan almarhum sangat berdedikasi tinggi untuk memajukan Angkatan Udara.
"Kita semua merasa kehilangan sosok panutan bagi kita, salah seorang perwira TNI Angkatan Udara, penerbang yang betul-betul berdedikasi tinggi untuk memajukan angkatan udara dalam hal untuk provisi sendiri," ucap I Nyoman.
Dimakamkan Besok
Jenazah Marsma TNI Fajar Adriyanto akan dimakamkan di Probolinggo, Jawa Timur, Senin, 4 Agustus 2025. Jenazah Fajar akan diterbangkan melalui Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Senin pagi, menuju Malang terlebih dahulu.
"Untuk kegiatan besok pagi, rencana jenaza almarhum Marsma Fajar akan digeser ke Malang lewat Lanud Halim Perdanakusuma pada pukul 06.30 menggunakan pesawat Hercules," jelas I Nyoman.
Dia mengatakan, jenazah Marsma Fajar akan dibawa dari Malang menuju Probolinggo melalui jalur darat. Marsma Fajar akan dikuburkan di pemakaman milik keluarganya sebelum waktu salat zuhur.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma I Nyoman Suadnyana menyampaikan kronologi insiden jatuhnya pesawat latih di Bogor yang menewaskan Fajar. Dia menyebut, pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB.
Penerbangan ini dalam rangka misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara sebagai bagian dari pembinaan dan pemeliharaan kemampuan. "Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat mengalami hilang kontak," jelas Nyoman.
Artinya, pesawat hilang kontak 11 menit setelah lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja. Nyoman melanjutkan, tak lama setelah hilang kontak, pesawat ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana.
"Kedua awak langsung dievakuasi ke RSAU dr. M. Hassan Toto, namun Marsma TNI Fajar dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit," tutur Nyoman.
Nyoman menjelaskan, penerbangan dilakukan dalam kapasitas Marsma TNI Fajar sebagai pilot dan Roni sebagai co-pilot. Kegiatan ini merupakan bagian dari latihan rutin pembinaan kemampuan personel FASI atau induk olahraga dirgantara nasional yang berada di bawah binaan TNI AU.
"Penerbangan telah dilengkapi Surat Izin Terbang (SIT) nomor SIT/1484/VIII/2025 yang diterbitkan Lanud Atang Sendjaja. Pesawat dinyatakan laik terbang dan merupakan sortie kedua pada hari itu," jelas Nyoman.