Liputan6.com, Jakarta - Ormas Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Jakarta menggelar seminar bertema Implementasi Dakwah dan Budaya Melayu di Indonesia.
Ketua DMDI Jakarta, Muhammad Ikhwan mengatakan, giat seminar digelar dalam rangkaian pra-konvensyen atau pertemuan tahunan yang akan diselenggarakan oleh DMDI sebagai wadah mempererat tali silaturahmi antar suku Melayu, menyatukan umat Islam, memperkuat kerja sama, serta membahas berbagai isu strategis seputar masyarakat Melayu dan Islam di seluruh dunia.
Advertisement
“Tahun ini, DMDI Indonesia yang di Ketuai Oleh Sa'id Aldi Al Idrus dipercaya menjadi tuan rumah Konvensyen DMDI ke-25, diikuti 15 negara dan 28 perwakilan DPW DMDI di Indonesia yang akan dilaksanakan pada tanggal 22–26 Oktober 2025 di Jakarta,” kata Ikhwan dalam seminar keterangan pers diterima.
Seminar ini digelar di Ruang PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Cikini — Pusat Perpustakaan dan Arsip Provinsi DKI Jakarta, pada Jumat, 1 Agustus 2025, pukul 08.00–12.00 WIB.
Ikhwan meyakini, seminar digelar dapat memperluas literasi budaya Melayu serta mendiseminasi semangat Konvensyen DMDI kepada masyarakat luas.
"Kita perlu terus mengenalkan kegiatan-kegiatan yang mengangkat nilai-nilai Melayu dan ruh Islam sebagai bagian dari identitas kebangsaan,” jelas Ikhwan.
Ikhwan menambahkan, selain seminar, digelar juga pelbagai perlombaan seni kreatif bagi anak-anak dalam rangka menyemaratkan HUT Kemerdekaan RI ke 80 di 17 Agustus 2025. Dia berharap, semua kegiatan dapat menjadi bagian memupuk rasa cinta terhadap Bangsa dan menjadi nilai ibadah.
Pentingnya Akhlak
Salah satu narasumber seminar, Dr KH Ahmad Nur Alam Bachtiar MA, menyampaikan materi yang bertema Implementasi Dakwah dan Budaya Melayu di Indonesia. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya akhlak, taqwa, keadilan, dan kejujuran sebagai fondasi menjadi hamba Allah yang mulia.
Dia juga menyorot pentingnya adab berpakaian yang Islami, bukan hanya sebagai kewajiban agama tetapi juga sebagai bentuk kesopanan dan penghormatan terhadap budaya Melayu yang berakar pada nilai-nilai Islam.
Narasumber lainnya, Dr. Lismomon Nata S.Pd M.Si C.Ht menyampaikan tema serupa dengan pendekatan teoritis dan perspektif kemelayuan serta keislaman. Menurutnya, Islam adalah ruh dari budaya Melayu, yang lahir dari proses akulturasi budaya Melayu dan agama Islam, menghasilkan kesamaan dalam nilai berbudi dan berakhlak mulia.
"Budaya Melayu dan Islam adalah dua entitas berbeda yang saling melengkapi. Keduanya tidak dapat dipisahkan dan harus senantiasa dijaga,” tuturnya.