Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas transfer Atletico Madrid pada bursa musim panas 2025 menunjukkan ambisi besar klub. Dengan investasi substansial untuk mendatangkan pemain baru, tim asuhan Diego Simeone kini dinilai memiliki kekuatan finansial yang memadai untuk bersaing memperebutkan gelar juara LaLiga.
Pengeluaran yang signifikan ini tidak hanya memperkuat skuad, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat kepada rival utama mereka, Real Madrid dan Barcelona, bahwa Atletico siap menjadi penantang serius.
Advertisement
Setelah beberapa musim hanya finis di zona Liga Champions, kini ekspektasi terhadap Atletico Madrid semakin tinggi. Mereka diharapkan mampu memutus dominasi dua raksasa Spanyol tersebut.
Dengan pergerakan transfer yang cermat dan berani, Atletico Madrid menunjukkan keseriusan mereka dalam membangun tim yang kompetitif. Fokus pada pemain berkualitas dan kebutuhan tim menjadi prioritas.
Ini merupakan upaya nyata untuk memastikan bahwa setiap posisi dalam skuad memiliki kedalaman dan kualitas yang dibutuhkan untuk menghadapi kerasnya persaingan di kompetisi domestik maupun Eropa.
Aktivitas Atletico Madrid di Bursa Transfer
Hingga saat ini, Atletico telah menghabiskan 152 juta euro untuk mendatangkan enam pemain baru. Mereka adalah Matteo Ruggeri (Atalanta), Alex Baena (Villarreal), Johnny Cardoso (Real Betis), Thiago Almada (Botafogo), Marc Pubill (Almeria), dan David Hancko (Feyenoord).
Atletico juga telah mempermanenkan Clement Lenglet dari Barcelona serta Juan Musso dari Atalanta. Untuk menyeimbangkan anggaran, mereka melepas Cesar Azpilicueta, Axel Witsel, Angel Correa, Saul Niguez, Rodrigo De Paul, Samuel Lino, dan Thomas Lemar.
Ekspektasi Gelar LaLiga dan Dominasi Rival
Dengan pengeluaran besar dan skuad yang semakin solid, ekspektasi terhadap Atletico Madrid untuk menjadi juara LaLiga semakin tinggi. Saul Niguez, salah satu pemain kunci Atletico, pernah menyatakan bahwa dengan investasi sebesar ini, menjadi juara LaLiga adalah sebuah keharusan. Ia menekankan bahwa Atletico kini tidak memiliki alasan lagi untuk tidak bersaing di semua ajang, mengingat pengeluaran yang setara dengan tim-tim besar lainnya.
Selama dua dekade terakhir, gelar juara LaLiga memang didominasi oleh Real Madrid dan Barcelona. Kedua tim raksasa Spanyol ini secara bergantian merajai kompetisi domestik, menciptakan hegemoni yang sulit ditembus oleh klub lain. Dominasi ini telah menjadi tantangan besar bagi tim-tim lain yang berambisi meraih gelar.
Meski demikian, Atletico Madrid telah berhasil memutus dominasi tersebut dalam dua kesempatan. Mereka sukses meraih gelar LaLiga pada musim 2013-2014 dan kembali pada musim 2020/2021 di bawah asuhan Diego Simeone.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Atletico memiliki kapasitas untuk bersaing dan mengalahkan Real Madrid serta Barcelona. Dengan investasi terbaru, mereka berharap dapat mengulang kembali kejayaan tersebut dan secara konsisten menantang di papan atas.