Liputan6.com, Jakarta - Berlawanan dengan bursa saham Asia, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan Jumat, (1/8/2025). Penguatan IHSG terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang menghijau.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik 60,82 poin ke posisi 7.545,15. Pada pukul 09.18 WIB, IHSG menguat 0,64% ke posisi 7.532. Indeks LQ45 bertambah 1% ke posisi 798. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Advertisement
Pada perdagangan Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.556,65 dan level terendah 7.527,65. Sebanyak 260 saham menguat sehingga angkat IHSG. Akan tetapi, 226 saham melemah dan 165 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 285.490 kali dengan volume perdagangan 4,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 2,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.491.
Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham basic naik 1,68%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi menguat 0,23%, sektor saham industri bertambah 0,43%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,34%. Lalu sektor saham properti melesat 0,80%, sektor saham teknologi menguat 0,77%, sektor saham infrastruktur melesat 1,08%, dan sektor saham transportasi menanjak 0,21%.
Sementara itu, sektor saham kesehatan turun 0,23% dan sektor saham keuangan susut 0,04%.
Jelang akhir pekan ini, saham BBCA naik 1,21% ke posisi Rp 8.375 per saham. Harga saham BBCA dibuka naik ke posisi Rp 8.400 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 8.275. Harga saham BBCA berada di level tertinggi Rp 8.400 dan terendah Rp 8.325 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.993 kali dengan volume perdagangan 167.211 saham. Nilai transaksi Rp 140,1 miliar.
Sementara itu, harga saham DEWA naik 0,91% ke posisi Rp 222 per saham. Harga saham DEWA berada di level tertinggi Rp 222 dan terendah Rp 216 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.450 kali dengan volume perdagangan 427.605 saham. Nilai transaksi Rp 9,4 miliar.
Harga saham TOBA menguat 1,37% ke posisi Rp 1.110 per saham. Harga saham TOBA dibuka naik ke posisi Rp 1.100 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 1.095 per saham. Harga saham TOBA berada di level tertinggi Rp 1.120 dan terendah Rp 1.095 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.701 kali dengan volume perdagangan 99.953 saham. Nilai transaksi Rp 11,1 miliar.
Top Gainers-Losers
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham JAST melonjak 24,71%
- Saham OILS melonjak 20,66%
- Saham FWCT melonjak 18,66%
- Saham FUTR melonjak 18,03%
- Saham IKAN melonjak 16,19%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham OASA merosot 14,71%
- Saham KBLM merosot 14,57%
- Saham PNGO merosot 9,43%
- Saham BOAT merosot 8,94%
- Saham SSTM merosot 7,18%
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BRPT senilai Rp 252,5 miliar
- Saham BBCA senilai Rp 149,9 miliar
- Saham BBRI senilai Rp 128,3 miliar
- Saham TPIA senilai Rp 118,7 miliar
- Saham BMRI senilai Rp 109,5 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham IKAN tercatat 18.170 kali
- Saham BRPT tercatat 14.836 kali
- Saham BRRC tercatat 11.461 kali
- Saham BKSL tercatat 9.841 kali
- Saham FUTR tercatat 9.380 kali
Prediksi IHSG dan Saham Pilihan
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi koreksi pada perdagangan Jumat (1/8/2025). IHSG akan menguji posisi 7.380-7.600.
IHSG melemah 0,87% dan disertai dengan aksi jual investor asing senilai Rp 1,51 triliun pada Kamis, 31 Juli 2025.
“IHSG masih terbuka peluang koreksi mendekati deadline tarif US ke banyak negara, kecuali China,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.380-7.430 dan level resistance 7.530-7.600 pada perdagangan Jumat pekan ini.
Sementara itu, Kiwoom Research menyebutkan level support pertama di 7.484 yang merupakan moving average (MA)10 harian. Posisi itu dinilai posisi yang sangat menentukan apakah akan mampu terjadi penguatan secara teknikal. Namun, level itu juga dapat menjadi level support lebih dalam lagi ke arah level support moving average (MA) 20 harian di 7.270-7.265. “Segudang data ekonomi Indonesia dan global yang rencananya dirilis hari ini akan menjadi sentimen penggerak arah market,” demikian seperti dikutip.
Kiwoom Research menyarankan investor dan trader untuk wait and see pada 1 Agustus 2025 sambil menunggu IHSG stabil dan juga mengantisipasi faktor ketidakpastian saat akhir pekan.
“Memasuki Agustus, tidak tertutup kemungkinan dua pekan pertama, IHSG masih akan lanjutkan konsolidasi dan bergerak di kisaran 7.500-7.240. Apalagi tenggat tarif Trump 1 Agustus juga pastinya akan jadi katalis penting pasar keuangan global,” demikian seperti dikutip.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Wir Asia Tbk (WIRG), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), dan PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).
Trading Idea hari ini: BBCA, INET, TOBA, WIRG, MINA, dan BWPT
- BBCA Spec Buy dengan area beli di 8200-8275, cutloss di bawah 8150. Target dekat di 8350-8450.
- INET Spec Buy dengan area beli di 302-308, cutloss di bawah 300. Target dekat di 320-336.
- TOBA Spec Buy dengan area beli di 1085-1095, cutloss di bawah 1070. Target dekat di 1130-1175.
- WIRG Spec Buy dengan area beli di 108-110, cutloss di bawah 105. Target dekat di 113-118.
- MINA Spec Buy dengan area beli di 128-130, cutloss di bawah 123. Target dekat di 136-140.
- BWPT Spec Buy dengan area beli di 110-114, cutloss di bawah 107. Target dekat di 117-123.