Paolo Di Canio memiliki cara sendiri saat mengarsiteki Sunderland. Caranya tersebut terbilang sukses dengan menyelamatkan klub berjuluk The Black Cats itu keluar dari zona degradasi.
Namun, cara melatihnya yang otoriter kerap membuat beberapa pemain Sunderland gerah. Ternyata bukan cara melatih Di Canio saja yang membuat beberapa pihak tidak menerima dengan baik, tapi juga kebijakannya yang terlalu banyak membeli pemain asing.
Hal itu diungkapkan langsung oleh legenda Sunderland Bryan 'Pop' Robson, dengan mengatakan dirinya khawatir apabila Sunderland akan terlalu berkonsentrasi memperhatikan bursa pemain asing ketimbang membina pemain muda.
Bukan hanya pemain, Di Canio pun menunjuk dua orang Italia, Roberto De Fanti sebagai Direktur Sepakbola dan Valentino Angeloni sebagai pimpinan pemandu bakat.
"Saya takut Sunderland hanya akan berkonsentrasi kepada bursa transfer pemain asing. Mereka memilih opsi yang lebih murah, mencari pemain muda, pemain Eropa, Kroasia, dan Italia," terang Robson.
"Yang saya khawatirkan adalah permainan Inggris. Saya tidak tahu perkembangan sepakbola Inggris akan dimulai dari mana," tandas Robson.
"Liga Premier telah mengeluarkan banyak uang untuk membuat akademi, dan kita harus terus menjaga hal tersebut," imbuh Robson.
Setengah musim bersama Sunderland, Di Canio tercatat memboyong empat pemain asing, ada sosok Valentin Roberge, Modibo Diakite, El-Hadji Ba, dan Cabral. Belum cukup sampai di situ, Di Canio juga tengah mengincar pemain bertahan Lazio, Luis Pedro Cavanda, dan gelandang Inter Milan asal Nigeria, Joel Obi. (DS/*)
Advertisement