Asrama Pesantren di Sukabumi Terbakar, Puluhan Santri Kehilangan Tempat Tinggal

Sebuah asrama putra di Pesantren Al-Kahfi, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, ludes dilalap si jago merah pada Kamis (31/7/2025).

oleh Tim NewsDiterbitkan 01 Agustus 2025, 00:10 WIB
Sebuah asrama putra di Pesantren Al-Kahfi, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, ludes dilalap si jago merah pada Kamis (31/7/2025). (Ist)

Liputan6.com, Jakarta Sebuah asrama putra di Pesantren Al-Kahfi, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, ludes dilalap si jago merah pada Kamis (31/7/2025).

Kebakaran yang diduga disebabkan oleh korsleting listrik ini menghanguskan seluruh bangunan asrama semi permanen, membuat puluhan santri kehilangan tempat tinggal.

Menurut saksi mata sekaligus salah satu santri, Misbahul Munir (18), kebakaran bermula sekitar pukul 14.25 WIB. Saat itu, Misbah dan beberapa temannya sedang beristirahat di dalam kamar. Misbahul mengaku mencium bau asap pekat yang berasal dari kamar kosong di sebelah kamarnya.

"Awalnya saya kira ada teman yang sedang bakar-bakar di bawah. Tapi tidak lama, saya merasakan hawa panas dan melihat asap dari samping kamar," ujar Misbah.

Ketika diperiksa, api sudah membesar dan menyembur dari dalam kamar kosong tersebut. Misbah segera membangunkan empat temannya untuk segera keluar dan meminta pertolongan.

Dalam kurun waktu kurang dari 10 menit, api dengan cepat melahap seluruh bangunan asrama dua lantai yang memiliki delapan kamar itu. Bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api sulit dikendalikan.

"Dua lantai kamarnya sekitar 8 ruangan. Kalau keseluruhan (santri) di sini ada 100 lebih, tapi kalau penghuni dari Pondok ini yang ruangan ini ada 20 lebih khusus untuk pria," jelasnya.

Saat ini, para santri yang terdampak terpaksa mengungsi sementara di masjid pesantren. Sebagian lainnya memilih untuk pulang ke rumah masing-masing.

Pihak pesantren dan warga berharap ada bantuan dari berbagai pihak untuk membangun kembali asrama santri.

"Saya sebagai santri tentu berduka. Ke depannya, mohon bantuannya untuk dibangun lagi," tutur Misbah.

Penanganan dan Kerugian

Tim Pemadam Kebakaran dari Posko Jampangkulon dan Surade, dibantu warga setempat, tiba di lokasi dan berupaya memadamkan api.

Menurut Danton Posko Damkar Surade, Asep Sukron, timnya menghadapi beberapa kendala dalam menghadapi kebakaran ini, yaitu sulitnya mencari sumber air dan jarak jalan menuju lokasi yang cukup jauh, sekitar 50-100 meter.

"Kami mendapat laporan dari warga sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung mengerahkan dua unit mobil damkar serta delapan personel. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga api benar-benar padam," jelas Asep.

Kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp150 juta. Bangunan asrama yang menjadi tempat tinggal sekitar 20 santri putra ludes tak bersisa.

 

Laporan: Fira Syahrin/Sukabumi

Infografis Pemicu & Antisipasi Kebakaran di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya