Liputan6.com, Jakarta Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sekolah Rakyat telah dimulai pada 14 Juli 2025. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan masalah pada gigi mendominasi masalah kesehatan pada siswa di 72 SR yang telah melakukan CKG.
Advertisement
Sekitar 49 persen dari 7.400 siswa di 72 SR yang sudah menjalani CKG alami masalah gigi.
"Jadi, masalah kesehatan gigi yang paling tinggi," kata Budi.
Lalu, 33 persen siswa SR memiliki tingkat kebugaran yang kurang. Dari data ini, Budi berniat untuk menyampaikan hasil tersebut ke Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti untuk ditindaklanjuti.
"Supaya lebih banyak pelajaran olahraganya (di sekolah)," kata Budi dalam konferensi pers Kick Off Cek Kesehatan Gratis di Sekolah pada Kamis, 31 Juli 2025.
Anemia Juga Tinggi
Anemia menduduki posisi ketiga masalah kesehatan berdasarkan CKG di Sekolah Rakyat.
"Ada 26,6 persen anemia, ini artinya Hb rendah di bawah 12 g/dL," tutur Budi.
Penting untuk bisa memperbaiki angka Hb ini terlebih pada anak-anak perempuan sebelum masuk masa reproduksi. Kadar Hb yang normal memungkinkan sel darah merah mengangkut oksigen secara efisien ke seluruh tubuh, mendukung berbagai proses vital dan mencegah berbagai masalah kesehatan
Di posisi empat dan lima, masalah kesehatan terkait telinga dan gizi juga ada pada siswa di 72 SR di Indonesia.
CKG di SR
Sebelumnya, pada 14 Juli 2025 Menkes Budi beserta beberapa menteri lain menghadiri CKG di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Kabupaten Bogor, Jawa Barat telah. Para siswa menjalani pemeriksaan kesehatan mencakup pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan kesehatan gigi, mata, jantung, serta tes darah.
Laporan dari tim kesehatan di hari tersebut menyebutkan bahwa ditemukan masalah gigi serta mata. Ada juga anak yang sudah mengalami hipertensi.
"Sama juga, yang saya kaget, angka hipertensinya lumayan," kata Budi saat berada di Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025-2026 di Cibinong Bogor pada Senin (14/7/2025) mengutip Antara.
Apa Itu Sekolah Rakyat?
Sekolah Rakyat merupakan program gagasan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk menjamin akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang diperuntukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem seperti mengutip laman Kemensos.
Sekolah Rakyat didirikan di sejumlah provinsi. Kemensos menargetkan, untuk tahun ajaran 2025/2026, Sekolah Rakyat akan dimulai di 100 titik rintisan di seluruh Indonesia.
Rinciannya, 63 titik akan mulai beroperasi pada Senin, 14 Juli 2025. Sementara 37 titik lainnya akan dimulai pada akhir Juli 2025.
Para siswa mengikuti pelajaran formal pada siang hari. Namun, pada malam harinya, para siswa mendapat penguatan pendidikan karakter seperti nilai-nilai agama, kepemimpinan, hingga keterampilan hidup.
Selain itu, tersedia juga fasilitas seperti asrama, laboratorium, fasilitas olahraga, dan gedung serbaguna. Seluruh biaya pendidikan pun ditanggung oleh pemerintah, termasuk biaya makan, tempat tinggal, buku, dan seragam.