Pilihan Sudah Dibuat, Man United Prioritaskan Benjamin Sesko

Manchester United menjadikan Benjamin Sesko sebagai target utama di bursa transfer musim panas ini, meski harganya tinggi dan performanya belum sepenuhnya konsisten.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 31 Juli 2025, 06:50 WIB
Manchester United tertarik untuk mendatangkan Benjamin Sesko sebagai proyek masa depannya. RB Salzburg diketahui bersedia melepas pemain 19 tahun tersebut dengan harga 55 juta euro. Tentunya itu bukan rintangan bagi Setan Merah untuk memboyong "The Next Haaland". (AFP/APA/EXPA/JFK)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United tengah memprioritaskan perekrutan Benjamin Sesko dari RB Leipzig sebagai langkah utama untuk memperkuat lini serang mereka. Klub Liga Inggris ini telah melakukan kontak informal dengan pihak Leipzig setelah menjadikan Sesko sebagai target utama. Langkah ini juga didorong oleh minat Newcastle United terhadap sang pemain, terutama setelah Alexander Isak dikabarkan ingin hengkang.

Leipzig memasang harga tinggi untuk Sesko, yakni 75 juta euro plus tambahan dan klausul penjualan di masa depan. Di sisi lain, manajemen United juga sempat mempertimbangkan nama Ollie Watkins dari Aston Villa, namun klub asal Birmingham itu menyatakan sejak awal bahwa sang pemain tidak dijual. United pun enggan memenuhi nilai yang mungkin dibutuhkan untuk menggoyahkan sikap tegas Villa.

Musim panas ini, Manchester United sudah memperkuat lini depan dengan mendatangkan Matheus Cunha dari Wolverhampton dan Bryan Mbeumo dari Brentford. Sesko sendiri bukan nama baru dalam radar United. Pada 2019, mereka sudah mengincarnya saat masih di Domzale, tapi batal merekrut karena menilai harga 2 juta euro terlalu tinggi saat itu.


Kontrak Panjang dan Sejarah Ketertarikan MU

Benjamin Sesko, striker muda Slovenia berusia 20 tahun yang kini tengah menjalani musim pertama bersama RB Leipzig di Bundesliga total telah mencetak 7 gol dari 22 laga di semua ajang. Kekurangan menit bermain akibat hanya jadi pilihan kedua di RB Leipzig, membuat sang pemain diyakini akan menerima tawaran Manchester United untuk hengkang pada bursa transfer Januari 2024. MU pun harus bersaing dengan beberapa klub lain yang juga meminatinya, seperti Chelsea, Arsenal dan Newcastle United. (AFP/Ronny Hartmann)

Benjamin Sesko menandatangani kontrak baru dengan Leipzig pada 2023 yang berlaku hingga 2029. Dalam perjanjian itu, disepakati bahwa klub akan mengizinkan kepergiannya jika ada tawaran dari klub elite di kisaran €80–90 juta. Pemain asal Slovenia ini bergabung dengan Leipzig dari Red Bull Salzburg, dua klub yang dimiliki oleh Red Bull GmbH.

Sesko tampil 87 kali untuk Leipzig, mencetak 39 gol dan memberi delapan assist sejak kepindahannya. Ia juga telah tampil 41 kali untuk timnas Slovenia, mencetak 16 gol, dan menjadi bagian skuad di Euro 2024. Kontribusinya di level internasional mencerminkan bakat yang diyakini United masih bisa terus berkembang.

Ketertarikan Manchester United pada Sesko bukan hal baru. Mereka sudah memantaunya sejak usia 16 tahun, dan sempat mengadakan pembicaraan pada 2022 serta musim panas lalu. Namun, Sesko lebih memilih jalur pengembangan bersama Leipzig. Kini, United mencoba untuk keempat kalinya agar bisa mendatangkannya.

Lanjut Baca:

Manchester United memilih merekrut pemain muda dengan potensi besar dibanding pemain mapan seperti Ollie Watkins. Sesko dianggap bisa menjadi striker jangka panjang, melengkapi sosok seperti Cunha dan Mbeumo yang lebih berpengalaman di Premier League. Namun, harga mahal dan kebutuhan akan penjualan pemain menjadi tantangan tersendiri bagi United. Christopher Vivell, direktur rekrutmen MU, memainkan peran kunci dalam pendekatan ini. Ia pernah menjabat di Salzburg dan Leipzig saat proses transfer Sesko sebelumnya, dan kini mendorong United untuk kembali bergerak. Sementara itu, masa depan Rasmus Hojlund di klub juga akan menjadi pertimbangan penting dalam strategi lini depan. Meski dinilai menjanjikan, performa Sesko di musim 2024/2025 masih menimbulkan tanda tanya. Ia mencetak 13 gol di Bundesliga, turun satu gol dari musim sebelumnya meski bermain lebih banyak. Konsistensi tetap menjadi pekerjaan rumah, terutama karena performa Leipzig pun menurun drastis dengan hanya satu kemenangan di delapan laga Liga Champions dan pemecatan pelatih Marco Rose pada Maret lalu.    

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya