Liputan6.com, Jakarta - Ketika cinta lama harus menghadapi kenyataan baru, Salma dan William terjebak dalam perasaan yang rumit. Di tengah kebahagiaan yang terlihat dari luar, ada hati yang terikat oleh masa lalu dan rahasia yang belum terungkap.
Salma berusaha menguatkan dirinya. Meski matanya berkaca-kaca, tekadnya tetap kokoh saat ia berbisik dalam hati, Ini yang terbaik. Semua telah usai sejak perceraian kami. William... bukan milikku lagi. Ia memaksa dirinya untuk melupakan segala kenangan—tawa, tangis, cinta—yang pernah mereka lalui bersama. Kini, William telah menjadi milik orang lain. Salma harus merelakannya... meskipun hatinya belum sepenuhnya ikhlas.
Advertisement
Senyum Bahagia Indi
Di sisi lain, di kamar rawat Indi, senyum bahagia menghiasi wajahnya. Matanya bersinar penuh cinta. Namun, Brata, sang ayah, menatap William dengan sorotan tajam. Jangan sampai membuat putriku menangis lagi! katanya tegas. Kemudian ia menambahkan, Saya akan mengatur pesta pertunangan kalian. Secepatnya!
William terdiam, merasa terkejut. Senyum yang ia tunjukkan... bukan karena kebahagiaan, melainkan keterpaksaan. Dalam keheningan, pikirannya bergolak: Bagaimana jika suatu hari Indi mengetahui... bahwa Salma adalah mantan istriku?
Sementara itu, di tempat lain, langkah Argo terhenti. Matanya terbelalak melihat sebuah pernikahan megah sedang berlangsung. Salma... mengenakan gaun pengantin, berdiri di samping Manggala. Mereka berjalan beriringan. Argo terpaku, tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Salma... menikah... dengan Manggala?!