Jalan Kaki dan Tarik Gerobak, Pria Jepang Keliling 4 Benua

Masahito Yoshida menempuh 40.000 kilometer, mengarungi 4 benua. Sempat stroke di Vietnam.

oleh Elin Yunita Kristanti diperbarui 13 Jun 2013, 15:19 WIB
Tuntas sudah petualangan luar biasa dijalani Masahito Yoshida. Pria Jepang berusia 32 tahun itu akhirnya tiba di Shanghai di mana ia memulai epiknya, 4,5 tahun lalu.

Tepat di malam tahun baru tahun 2009, Masahito Yoishida yang berasal dari Kota Tottori memutuskan untuk berjalan kaki, keliling dunia. Melihat dari dekat kota-kota terpencil yang terisolasi dari dunia, bersua dengan orang-orang di sana -- pengalaman yang tak akan bisa didapatkan seseorang yang melakukan perjalanan hanya dengan pesawat atau kereta.

Total, ia menempuh 40.000 kilometer, mengarungi 4 benua,  bermodalkan kaki, sambil menarik gerobak beroda 2 berisi barang bawaannya.

Destinasi pertama adalah Cape Roca, di perairan Portugis. Ia tiba di sana Agustus 2010 lalu, setelah menempuh jarak 16 ribu kilometer melalui Asia Tengah dan Eropa.

Lalu, ia naik pesawat, menuju Benua Amerika. Di sana selama setahun, ia berjalan kaki dari Atlantic City, New Jersey di Amerika Serikat menuju ke Vancouver, Kanada.

Akhir 2011 lalu, ia nyaris kehabisan semua uangnya. Jadi, ia melamar kerja sambilan untuk mengumpulkan uang yang digunakan untuk membiayai perjalanannya.

Dari Kanada, lalu ia terbang ke Melbourne, Australia, melakukan perjalanan ke Darwin, lalu Singapura, dan kembali ke China.  Hingga akhir perjalanannya ia menghabiskan 7 sepatu -- semuanya menyisakan sol amat tipis hingga nyaris bolong.

"Selama perjalanannku, 3 kali aku merasa hidupku dalam bahaya. Namun, perjalanan itu juga memberiku kesempatan untuk merasakan kebaikan banyak orang," kata Yoshida seperti dimuat Oddity Central, 12 Juni 2013.

Tantangan Terbesar

Dan ia telah berhasil mengatasi tantangan terbesar dalam perjalanannya: dirinya sendiri. "Aku akhirnya menyadari ada banyak hal dalam hidup yang tak akan bisa dicapai, tanpa keberanian menghadapi risiko."

Yoshida mengisahkan, berjalan kaki puluhan kilometer setiap hari, di kota-kota yang tak ramah, di sisi jalan yang sibuk dan semrawut, sama sekali tak mudah.

Di Vietnam, ia bahkan sempat mengalami stroke ringan, tapi tetap nekat jalan 30 km tiap hari karena visanya hampir berakhir.

Kini, dari Shanghai, Yoshida bersiap kembali mendorong gerobak berbobot 50 kg miliknya, jalan kaki lagi menempuh jarak 500 km ke Taiwan, sebelum kembali ke Jepang Agustus mendatang.

Dan, hal pertama yang ia akan lakukan di kampung halaman adalah mengajak anjingnya jalan-jalan. Lalu, menabung dan berhemat untuk perjalanan berikutnya.

Masih dengan jalan kaki. "Tujuanku berikutnya adalah jalan kaki dari Amerika Selatan ke Kutub Utara," kata dia. "Aku ingin menjelajahi setiap benua di muka bumi." (Ein/Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya