WhatsApp Terakhir Kwik Kian Gie pada Prabowo, Isinya Penuh Nasihat

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya ekonom senior dan tokoh nasional Kwik Kian Gie.

oleh Randy Ferdi FirdausDiperbarui 30 Juli 2025, 14:37 WIB
Mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie keluar dari Gedung KPK usai diperiksa di Jakarta, Selasa (6/6). (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya ekonom senior dan tokoh nasional Kwik Kian Gie.

Usai melayat ke rumah duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu siang, Presiden menyebut kepergian Kwik sebagai kehilangan besar bagi bangsa.

"Ya, saya datang hanya untuk menghormati, berbelasungkawa. Pak Kwik adalah tokoh bangsa yang sangat berjasa," katanya, dikutip dari Antara, Rabu (30/7/2025).

Presiden mengatakan pemikiran Kwik Kian Gie sangat membela dan mempertahankan ekonomi nasional dan bangsa Indonesia sangat kehilangan tokoh luar biasa.

Presiden juga mengungkapkan hubungan kedekatannya secara pribadi dengan almarhum Kwik Kian Gie.

 

 

Kedekatan dengan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam acara penutupan Kongres PSI yang digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Solo, Jawa Tengah. (Dok. Tangkapan Layar YouTube PSI)

Menurutnya, Kwik Kian Gie kerap memberikan nasihat dan masukan, bahkan masih sempat mengirim pesan beberapa hari sebelum wafat.

"Saya merasa dekat sama beliau. Beliau banyak kasih nasihat ke saya. Bahkan beberapa hari lalu pun masih mengirim WA, memberi saran-saran," katanya.

Prabowo menegaskan Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. "Saya kira itu yang bisa saya sampaikan. Indonesia kehilangan putra terbaik," ucapnya menutup pernyataan.

Kwik Kian Gie wafat pada Rabu pagi dalam usia 90 tahun. Tokoh kelahiran Pati, Jawa Tengah, itu dikenal sebagai ekonom nasionalis, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas serta Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri era Presiden Abdurrahman Wahid.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya