Media Vietnam Bongkar Cara Gagalkan Senjata Lemparan ke Dalam Timnas Indonesia U-23

Menurut media Vietnam, U-23 Indonesia gagal memaksimalkan senjata lemparan ke dalam karena strategi unik Vietnam dengan deretan botol air di pinggir lapangan.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 30 Juli 2025, 10:26 WIB
Duel Jens Raven dengan Nguyen Van Truong pada laga final Piala AFF U-23 2025 antara Timnas Indonesia U-23 vs Vietnam U-23 (Abdul Aziz)

Liputan6.com, Jakarta Media Vietnam, The Thao Van Hoa menyoroti strategi tak biasa yang diterapkan Vietnam U-23 untuk menghentikan senjata utama Timnas Indonesia U-23 dalam final Piala AFF U-23 2025. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, itu berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Vietnam.

Menurut media tersebut, pelatih Kim Sang-sik dan tim pelatih Vietnam sengaja menyiapkan strategi untuk mematikan lemparan ke dalam jarak jauh milik Indonesia yang selama ini jadi andalan. Mereka menyebut strategi itu "cerdik dan rapi", meski tampak sederhana.

Yang menarik perhatian adalah keberadaan deretan botol air mineral yang disusun sejajar di sepanjang garis lapangan dekat bangku cadangan Vietnam. Deretan botol itu diklaim membatasi ruang gerak pemain Indonesia untuk mengambil ancang-ancang lemparan jauh.


Botol Air yang Ganggu Lemparan Indonesia

Hingga akhir babak pertama, tim asuhan pelatih Gerald Vanenburg tertinggal 0-1 dari Vietnam. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Media Vietnam menggambarkan deretan botol itu layaknya pagar mini yang mengganggu jalur lari pemain lawan. Ketika pertandingan memasuki fase krusial di akhir babak kedua, strategi ini dinilai bekerja efektif.

Dalam satu momen penting, pemain Indonesia gagal melakukan lemparan jauh karena tak punya ruang cukup untuk mengambil ancang-ancang. Mereka akhirnya mengembalikan bola ke kiper, dan kesempatan mencetak gol pun sirna.

Insiden itu memicu kemarahan staf pelatih Indonesia, yang bahkan menendang botol air hingga wasit mengeluarkan kartu merah. Momen tersebut menjadi sorotan media Vietnam sebagai contoh bagaimana tekanan dan strategi kecil bisa mengubah arah pertandingan.


Reaksi Kim Sang Sik: Hanya Untuk Air Minum?

Timnas Indonesia U-23 menelan kekalahan 0-1 dari Vietnam U-23 pada laga final Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (29/7/2025) malam WIB. Hasil minor itu membuat Tim Garuda Muda harus gigit jari dan gagal meraih trofi juara di turnamen tersebut. (Bola.com/Abdul Aziz)

Dalam sesi konferensi pers usai laga, Kim Sang-sik menanggapi kontroversi tersebut dengan tenang. Ia menyebut botol air itu semata untuk memudahkan pemainnya minum, mengingat cuaca panas dan kelelahan fisik.

"Cuaca sangat panas, kami menaruh botol agar pemain mudah minum. Tidak ada niat khusus," ujar Kim, seperti dikutip media Vietnam. Ia juga mengungkap sinyal khusus kepada pemain di tengah kebisingan stadion: "Ketika saya mengibaskan handuk, itu tanda bagi tim untuk langsung pressing."

Terlepas dari apakah itu disengaja atau tidak, The Thao Van Hoa menyimpulkan bahwa strategi kecil itu menjadi bukti bahwa kemenangan tak hanya ditentukan oleh permainan di lapangan, tetapi juga kecerdikan dan persiapan dari pinggir lapangan.

 
 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya