Tsunami Terjang Wilayah Timur Jauh Rusia Pasca Gempa Magnitudo 8,7

Terjadinya tsunami pasca gempa magnitudo 8,7 ini dikonfirmasi oleh otoritas Rusia.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 30 Juli 2025, 08:58 WIB
Gempa magnitudo 8,7 mengguncang wilayah Kamchatsky, Rusia, pada Rabu (30/7/2025) pagi waktu setempat. (Dok. Tangkapan layar USGS)

Liputan6.com, Moskow - Gempa dahsyat magnitudo 8,7 mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka di wilayah Timur Jauh Rusia pada Rabu (30/7/2025), memicu tsunami setinggi hingga 4 meter, memaksa evakuasi, dan merusak sejumlah bangunan. Demikian menurut pejabat setempat.

"Gempa hari ini sangat serius dan yang terkuat dalam beberapa dekade gempa sebelumnya," kata Gubernur Kamchatka Vladimir Solodov melalui sebuah video yang diunggah di aplikasi perpesanan Telegram.

Dia menambahkan bahwa, berdasarkan informasi awal, tidak ada korban luka, namun sebuah taman kanak-kanak mengalami kerusakan.

Tsunami dengan ketinggian 3–4 meter tercatat di beberapa wilayah Kamchatka, kata Menteri Urusan Darurat Daerah Kamchatka Sergei Lebedev, seraya mendesak warga untuk menjauh dari garis pantai semenanjung.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan bahwa gempa tersebut tergolong dangkal, dengan kedalaman 19,3 km dan berpusat sekitar 125 km di sebelah timur-tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky, sebuah kota berpenduduk 165.000 jiwa yang terletak di pesisir Teluk Avacha. Lembaga tersebut semula mencatat magnitudo 8,0 sebelum memperbaruinya menjadi 8,7.

Perintah evakuasi diberlakukan di kota kecil Severo-Kurilsk, yang terletak di selatan Semenanjung Kamchatka, karena ancaman tsunami, kata Gubernur Sakhalin, Valery Limarenko, di Telegram.

Kamchatka dan wilayah Timur Jauh Rusia berada di Cincin Api Pasifik, sebuah kawasan geologis aktif yang rawan gempa bumi besar dan letusan gunung berapi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya