Mengenal Fortuna Sittard, Klub Baru Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner

Bek timnas Indonesia, Justin Hubner, resmi bergabung dengan klub Belanda, Fortuna Sittard.

oleh Tim BolaDiperbarui 29 Juli 2025, 17:05 WIB
Bek Fortuna Sittard #2, Syb van Ottele (tengah), mengontrol bola selama pertandingan Eredivisie Belanda antara Fortuna Sittard dan Feyenoord di Stadion Fortuna Sittard di Sittard pada 12 April 2025. (Marcel van Hoorn /ANP/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Bek timnas Indonesia, Justin Hubner, resmi bergabung dengan klub Belanda, Fortuna Sittard. Menurut pihak  klub yang berlaga di kasta sepak bola tertinggi Belanda, Eredivisie itu, Hubner menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun, dengan opsi perpanjangan satu tahun.

Ini artinya Hubner kembali ke tanah kelahirannya, setelah lima tahun menimba ilmu di Inggris dan Jepang.

Seperti diketahui, musim lalu, Hubner menjadi bagian penting dari tim Wolverhampton U-21. Tak hanya rutin menjadi starter, pemain kelahiran Den Bosch itu bahkan dipercaya mengenakan ban kapten.

Kini, di Fortuna, peluang Hubner terbuka lebar untuk terus berprestasi. Apalagi, klub tersebut punya ambisi kuat bertahan di Eredivisie dan membuka ruang bagi pemain muda untuk berkembang.

Selain itu, ada faktor kedekatan Justin Hubner dengan klub-klub Belanda. Pasalnya, Hubner memulai karier juniornya di akademi Willem II yang juga berbasis di Belanda.

Bagian Penting Liga Belanda

Fortuna Sittard sendiri dikenal dengan sejarah panjangnya serta perjuangan yang tak kenal lelah di kancah sepak bola Belanda. Keberadaannya menjadi bagian penting dari lanskap olahraga di Negeri Kincir Angin.

Didirikan pada 1 Juli 1968, Fortuna Sittard lahir dari penggabungan dua entitas sepak bola sebelumnya, yaitu Fortuna '54 dan Sittardia. Penggabungan ini dilakukan untuk mengatasi kesulitan finansial yang dialami salah satu klub dan membentuk kekuatan baru yang lebih solid. Sejak saat itu, klub ini telah menorehkan berbagai catatan penting dalam perjalanan sepak bolanya.

Selama perjalanannya, Fortuna Sittard telah menghadapi berbagai tantangan,  karena seringnya promosi dan degradasi antara Eredivisie dan Eerste Divisie. Meskipun demikian, klub ini terus menunjukkan semangat juang dan berhasil mempertahankan eksistensinya di level tertinggi. Kini, perhatian publik juga tertuju pada beberapa pemain Timnas Indonesia yang pernah atau akan bergabung dengan klub ini.


Sejarah Panjang Fortuna Sittard

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, resmi melanjutkan kariernya bersama klub Eredivisie Belanda, Fortuna Sittard, Selasa (29/7/2025). (dok. Fortuna Sittard)

Sejarah Fortuna Sittard bermula dari penggabungan dua klub pada tahun 1968, yakni Fortuna '54 dan Sittardia. Fortuna '54 sendiri merupakan salah satu pionir sepak bola profesional di Belanda, didirikan pada 1954 oleh kontraktor Gied Joosten. Klub ini bahkan berhasil meraih posisi runner-up Eredivisie pada musim perdananya di tahun 1956, hanya kalah dari Ajax Amsterdam.

Lanjut Baca:

Penggabungan menjadi Fortuna Sittard terjadi setelah Fortuna '54 terdegradasi dan menghadapi krisis finansial pada 1968. Setelah penggabungan, Fortuna Sittard berhasil promosi kembali ke Eredivisie pada 1982 dan bertahan selama sebelas musim. Periode ini menunjukkan kekuatan dan adaptasi klub di liga teratas Belanda. Namun, antara tahun 2002 hingga 2016, Fortuna Sittard mengalami masa-masa sulit, termasuk krisis finansial yang hampir membuat mereka kehilangan lisensi profesional pada 2009. Meskipun demikian, keputusan tersebut berhasil dibatalkan melalui jalur hukum. Klub ini akhirnya kembali ke Eredivisie pada musim 2018/2019 setelah berjuang di Eerste Divisie selama bertahun-tahun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya