Manuver Transfer yang Sama-sama Menguntungkan Porto dan Juventus

Transfernya dari Juventus pun terasa sangat manis. Sebab, mereka juga mengalahkan rival abadi, Sporting CP, dalam perebutannya.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 29 Juli 2025, 15:41 WIB
Bek FC Porto asal Portugal bernomor punggung 23, Joao Mario, melakukan pemanasan sebelum pertandingan Grup A Piala Dunia Antarklub 2025 antara Porto FC dari Portugal dan Al-Ahly dari Mesir di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, pada 23 Juni 2025. (FRANCK FIFE/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Para penggemar FC Porto baru-baru ini larut dalam euforia setelah klub kesayangan mereka berhasil mengamankan jasa Alberto Costa. Pemain muda ini sudah lama menjadi incaran Porto.

Transfernya dari Juventus pun terasa sangat manis. Sebab, mereka juga mengalahkan rival abadi, Sporting CP, dalam perebutannya.

Sementara itu, Juventus mendapatkan Joao Mario sebagai bagian dari kesepakatan yang sebenarnya terdiri dari dua transaksi terpisah. Meski terkesan rumit, jurnalis Pascoal Sousa asal Portugal melihat kedua klub sama-sama diuntungkan oleh manuver ini.


Costa yang Dinanti dan Lebih Solid dalam Bertahan

Bek Juventus asal Portugal Alberto Costa (tengah) melepaskan tembakan ke gawang selama pertandingan sepak bola Seri A Italia antara Juventus dan Hellas Verona di Stadion Allianz di Turin, pada tanggal 3 Maret 2025.MARCO BERTORELLO / AFP

Menurut Sousa, Porto sudah mengincar Costa sejak bursa transfer Januari lalu. “Kesepakatan ini dirayakan oleh para fans Porto. Alberto adalah pemain yang sangat diincar Porto dan Sporting,” ujar Sousa kepada TuttoJuve.

Costa yang baru berusia 21 tahun dianggap lebih solid dalam bertahan dibandingkan Joao Mario. “Dia masih muda, punya potensi besar, dan lebih kuat dalam bertahan dibanding Joao Mario,” kata Sousa.


Mario Lebih Berpengalaman dan Lebih Ofensif

Joao Mario resmi bergabung dengan Juventus.

Di sisi lain, Joao Mario membawa pengalaman dan kemampuan menyerang yang lebih tajam ke Juventus. “Namun, Joao Mario lebih kuat dalam menyerang, lebih berpengalaman, dan sudah memberikan banyak assist,” ungkap Sousa.

Ia juga menambahkan bahwa Mario bisa membentuk duet hebat di sisi kanan bersama Francisco Conceicao. “Saya membayangkan kolaborasi hebat dengan Francisco Conceicao. Saya pikir kedua pihak diuntungkan oleh pertukaran ini.”


Mario Ingin Tantangan Baru di Juventus

Pemain Lazio Felipe Anderson (tengah) berebut bola dengan pemain Porto Joao Mario (kiri) dan Chancel Mbemba pada pertandingan Liga Europa di Stadion Dragao, Porto, Portugal, 17 Februari 2022. Porto menang 2-1. (AP Photo/Luis Vieira)

Sousa mengungkapkan bahwa Mario sebenarnya butuh tantangan baru setelah masa-masa suram di akhir musim lalu bersama Porto. “Joao Mario memenangkan 11 trofi bersama Porto. Dia meredup dan, di akhir musim, butuh tantangan baru yang menggairahkan,” jelasnya.

Juventus bisa menjadi batu loncatan bagi Mario untuk kembali ke tim nasional Portugal. “Juve bisa menjadi peluang yang tepat untuk membantunya kembali ke tim nasional.”


Pemain Pekerja Keras yang Tak Takut Tantangan

Penyerang FC Porto Joao Mario berebut bola dengan pemain Liverpool, Thiago Takumi Minamino pada pertandingan kelima Grup B Liga Champions di Anfield, Kamis (25/11/2021) dini hari WIB. Kemenangan Liverpool atas Porto dipersembahkan oleh gol Thiago Alcantara dan Mohamed Salah. (AP Photo/Jon Super)

Joao Mario dikenal sebagai pemain yang rendah hati dan pekerja keras, dengan kekuatan utama di lini serang. “Dia seorang pemenang. Dia rendah hati, pekerja keras, dan intens di sisi kanan,” puji Sousa.

Mario memulai karier sebagai winger sehingga kemampuan menyerangnya lebih menonjol. “Dia berkembang sebagai winger, jadi dia menyerang lebih baik daripada bertahan. Intensitas ofensifnya adalah kekuatannya,” tegas Sousa.


Diboyong atas Rekomendasi Conceicao

Pemain Juventus, Francisco Coneicao melakukan selebrasi setelah mencetak gol kemenangan timnya atas Inter Milan dalam laga lanjutan Liga Italia 2024/2025 di Juventus Stadium, Turin, Italia, Senin (17/02/2025) WIB. (AP Photo/LaPresse/Fabio Ferrari)

Joao Mario sendiri mengakui bahwa Francisco Conceicao punya peran besar dalam membujuknya bergabung ke Juventus. Kini, publik menantikan bagaimana duet dua kompatriot Portugal ini akan mewarnai sisi kanan Juventus.

Sebagai catatan, Juventus membayar €11,4 juta (sekitar Rp200 miliar) untuk Joao Mario, sedangkan Porto mengeluarkan €15 juta (sekitar Rp263 miliar) untuk merekrut Alberto Costa.

Sumber: TuttoJuve, juvefc.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya