Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih akan terus mencoba menahan pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus angka Rp 10.000 per dolar AS di pasar Non delivery forward. Aksi BI tersebut bakal membuat rupiah bertengger di bawah level Rp 9.900 per dolar AS.
"Rupiah masih berada di level rawan yang sangat merisaukan," kata Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih dalam ulasannya, Kami (13/6/2013).
Upaya BI mengintervensi pasar uang diakui telah membawa nilai tukar rupiah berada di bawah Rp 9.900 per dolar AS. Pada penutupan kemarin, rupiah berada di posisi 9.861 per dolar AS.
Rupiah tercatat menguat di tengah pelemahan mata uang asia lainnya.
Lana mengungkapkan indeks future Asia diperkirakan masih tercatat negatif. Kondisi ini memicu kemungkinan adanya koreksi lanjutan di pasar air.
"Kendati rupiah bisa ditutup di bawah 9.900, tetapi dalam perdagangan harian masih di atas Rp 10.000 per dolar AS. Rupiah masih berada di level rawan yang sangat merisaukan," ujar Lana. (Shd)
"Rupiah masih berada di level rawan yang sangat merisaukan," kata Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih dalam ulasannya, Kami (13/6/2013).
Upaya BI mengintervensi pasar uang diakui telah membawa nilai tukar rupiah berada di bawah Rp 9.900 per dolar AS. Pada penutupan kemarin, rupiah berada di posisi 9.861 per dolar AS.
Rupiah tercatat menguat di tengah pelemahan mata uang asia lainnya.
Lana mengungkapkan indeks future Asia diperkirakan masih tercatat negatif. Kondisi ini memicu kemungkinan adanya koreksi lanjutan di pasar air.
"Kendati rupiah bisa ditutup di bawah 9.900, tetapi dalam perdagangan harian masih di atas Rp 10.000 per dolar AS. Rupiah masih berada di level rawan yang sangat merisaukan," ujar Lana. (Shd)