Granit Xhaka Sepakat Gabung Sunderland, Segera Kembali Ramaikan Liga Inggris

Kabar mengejutkan datang dari ranah sepak bola Eropa. Gelandang senior asal Swiss, Granit Xhaka, dilaporkan telah menyepakati kepindahan dari Bayer Leverkusen ke Sunderland, klub promosi Liga Inggris 2025/2026.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 28 Juli 2025, 18:29 WIB
Gelandang veteran ini sukses membuktikan dirinya belum habis setelah jasanya tak diperlukan Arsenal lagi. Kemampuan memimpin dan juga keuletan di lapangan tengah membuat Granit Xhaka dipercaya Xabi Alonso sebagai pemain inti tim musim ini. (AP Photo/Martin Meissner)

Liputan6.com, Jakarta Kabar mengejutkan datang dari ranah sepak bola Eropa. Gelandang senior asal Swiss, Granit Xhaka, dilaporkan telah menyepakati kepindahan dari Bayer Leverkusen ke Sunderland, klub promosi Liga Inggris 2025/2026.

Negosiasi antara pihak Sunderland dan Xhaka dilaporkan dimulai secara diam-diam sejak awal bulan ini. Namun, proses pembicaraan itu berkembang sangat cepat begitu tawaran resmi diajukan.

Sumber internal mengungkapkan bahwa Xhaka langsung menyatakan ketertarikannya ketika tahu Sunderland meminatinya. Bahkan, ia secara terbuka menyampaikan kepada manajemen Leverkusen bahwa Sunderland adalah satu-satunya klub yang ingin ia tuju bila harus meninggalkan Jerman musim panas ini.


Detail Transfer Xhaka

Pemain Bayer Leverkusen, Granit Xhaka, mengontrol bola saat sesi latihan jelang laga melawan AC Milan pada laga Liga Champions. (AP Photo/Martin Meissner)

Kini, mantan kapten Arsenal itu tinggal selangkah lagi untuk menyelesaikan transfernya. Ia dijadwalkan terbang ke Inggris dalam waktu dekat guna menjalani tes medis sebelum resmi menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama tim asuhan Regis Le Bris.

Kehadiran pelatih asal Prancis itu, yang dikenal menyukai pemain berpengalaman dan tangguh secara taktik, diyakini menjadi salah satu faktor yang membuat Xhaka mantap menerima pinangan The Black Cats.

Menurut pakar transfer Fabrizio Romano dan sejumlah media Inggris, Sunderland akan membayar biaya transfer senilai 20 juta Euro kepada Leverkusen untuk menggaet Xhaka.


Pukulan untuk Erik ten Hag

Erik ten Hag, pelatih Bayer Leverkusen. (Dok. X @bayer04_en)

Kepergian Xhaka tentu menjadi pukulan tersendiri bagi Bayer Leverkusen, terutama karena keputusan itu datang hanya beberapa hari setelah pelatih baru mereka, Erik ten Hag, menyatakan dengan tegas bahwa sang gelandang tidak akan dilepas.

“Granit adalah pemimpin di ruang ganti dan di lapangan. Dia masih punya tiga tahun dalam kontraknya, dan kami sudah melepas tiga pemain penting musim panas ini. Tidak akan ada lagi yang pergi,” ujar Ten Hag dalam konferensi pers belum lama ini.

Namun kenyataan di lapangan berbicara lain. Meskipun secara resmi masih terikat kontrak hingga 2028 sejak bergabung dari Arsenal pada Juli 2023, Xhaka tampaknya punya pandangan berbeda soal masa depannya.


Xhaka di Sunderland

Sebelum Aubameyang, Arsenal terlebih dahulu pernah mencopot jabatan kapten tim dari Granit Xhaka pada 2019 lalu. Hal itu terjadi ketika dirinya melontarkan umpatan dan gestur kasar kepada fans Arsenal saat digantikan Bukayo Saka. Ia tampak mengulur waktu padahal skor masih seri. (AFP/Ben Stansall)

Selama membela Leverkusen, ia tampil dalam 99 pertandingan di semua kompetisi, mencetak enam gol dan menyumbang delapan assist. Perannya di lini tengah menjadi fondasi penting dalam keberhasilan Leverkusen merebut gelar Bundesliga 2023/2024 secara sensasional.

Langkah Xhaka ke Sunderland jelas menjadi transfer yang menarik untuk diikuti. Dengan pengalamannya di level tertinggi Eropa, sang gelandang bisa menjadi figur kunci dalam proyek kebangkitan Sunderland di bawah kendali Regis le Bris.

Kini, yang tersisa hanya formalitas medis dan pengumuman resmi dari kedua belah pihak. Jika semuanya berjalan lancar, Granit Xhaka akan segera menjadi bagian penting dari upaya Sunderland untuk menapaki kembali kejayaan mereka di sepak bola Inggris.

Sumber: Fabrizio Romano

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya