Terungkap Asal Usul Lakban Kuning di Kematian Diplomat Kemlu

Satu per satu misteri kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP (39) terungkap, termasuk asal usul lakban kuning yang melilit kepala korban.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 28 Juli 2025, 11:53 WIB
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP (39) ditemukan tewas di dalam kamar indekos Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025). (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta Satu per satu misteri kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP (39) terungkap, termasuk asal usul lakban kuning yang melilit kepala korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menuturkan, lakban kuning terebut dibeli di Yogyakarta.

"Terkait dengan Lakban kuning, berdasarkan keterangan istri korban, bahwa lakban tersebut dibeli pada akhir bulan Juni di Toko Merah, Gedong Kuning, Yogyakarta," kata Ade kepada wartawan, Senin (28/7).

Selain ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), indekos kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, lakban juga ada di rumah korban di Yogyakarta.

"Segera akan diserahkan ke penyidik sebagai pembanding," lanjut Ade.

Fungsi Lakban Kuning

Berdasarkan hasil penelusuran polisi dari pemeriksaan rekan kerja korban, bahwa lakban kuning tersebut biasa digunakan pegawai Kemlu yang berpergian keluar negeri

"Guna mempermudah mencari barang saat di bandara, mengingat fungsinya sebagai penanda karena warna mencolok," pungkasnya.

Lakban Kuning di Kematian Korban

ADP ditemukan tewas dengan wajah terlilit lakban kuning di indekos kawasan Gondangdia Kecil.

Selain terlilit lakban, kepala ADP juga terbungkus plastik berwarna putih.

Saat ditemukan pertama kali, ADP dalam kondisi tertutup selimut, mengenakan kaus dan celana pendek serta amar kos yang terkunci dari dalam.

"Korban ditemukan dalam kondisi wajah tertutup plastik, kemudian terlilit lakban berwarna kuning di tempat tidurnya," pungkas Ade.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya