Szczesny Ungkap Frustrasi Jadi Kiper Barcelona: Kami Menang, Tapi Tidak Nyaman

Wojciech Szczesny kritik taktik menyerang Hansi Flick di Barcelona. Meski sukses raih treble, kiper veteran merasa sistem tersebut tak cocok untuk dirinya.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 28 Juli 2025, 07:32 WIB
Wojciech Szczesny dalam pertandingan tandang Barcelona melawan Benfica pada laga leg pertama 16 besar Liga Champions 2024/2025 di Estadio do Sport Lisboa e Benfica, Kamis dini hari WIB (6-3-2025). (Bola.com/ X FC Barcelona)

Liputan6.com, Jakarta Wojciech Szczesny mengungkapkan ketidaknyamanannya terhadap sistem ultra-menyerang Barcelona di bawah pelatih Hansi Flick. Meski sukses meraih treble domestik musim lalu, kiper berusia 35 tahun itu mengaku tak cocok dengan filosofi permainan yang terlalu ofensif.

Dalam wawancara dengan kanal YouTube Polandia, Foot Truck, Szczesny menyebut bahwa sistem tersebut terlalu membebani kiper, terutama dengan garis pertahanan yang sangat tinggi. Ia merasa gaya itu membuatnya harus bekerja ekstra keras, sesuatu yang tak lagi ideal di usia sekarang.

"Untuk fans, sepak bola seperti ini memang menyenangkan. Namun, ini bukan gaya saya," ujar Szczesny. "Bahkan dengan semua trofi yang kami raih, saya tetap tidak nyaman dengan pendekatan seperti itu."


Kiper Berpengalaman Soroti Risiko Gaya Main Menyerang

Kiper Barcelona, Wojciech Szczesny, harus meninggalkan lapangan karena menerima kartu merah usai melanggar penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, di luar kotak penalti dalam laga final Supercopa de Espana yang berlangsung di King Abdullah Sport City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Senin (13/1/2025) dini hari WIB. Meski bermain dengan 10 pemain selama lebih dari 30 menit, Barcelona tetap mampu menang 5-2 atas Real Madrid dalam laga tersebut. (Haitham AL-SHUKAIRI / AFP)

Barcelona memang mendominasi kompetisi domestik musim lalu dengan memenangkan La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Namun, kelemahan di lini belakang tampak jelas ketika mereka kebobolan tujuh gol di semifinal Liga Champions melawan Inter Milan.

Szczesny menyoroti kurangnya fleksibilitas taktik sebagai masalah utama. Ia berharap tim bisa menyesuaikan gaya main saat situasi pertandingan berubah. “Tim bisa mengenali risiko dan tidak terpaku pada satu rencana selama 90 menit penuh,” katanya.

Kiper asal Polandia itu juga menekankan bahwa pendapatnya bukanlah kritik tajam, melainkan pandangan pribadi berdasarkan pengalamannya di bawah tekanan sistem Flick.


Peran Szczesny Dipangkas, Joan Garcia Jadi Pilihan

Kiper Barcelona, Wojciech Szczesny, melakukan penyelamatan dari ancaman yang dilakukan pemain Borussia Dortmund, Serhou Guirassy, dalam leg pertama perempat final Liga Champions 2024/2025 di Stadion Olimpic Lluis Companys, Kamis (10/4/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Meski baru memperpanjang kontrak hingga 2027, Szczesny dipastikan akan memainkan peran lebih kecil musim depan. Barcelona telah mendatangkan Joan Garcia yang akan mengisi posisi kiper utama selama Marc-Andre ter Stegen masih dalam masa pemulihan pasca operasi.

Hal ini memberi sinyal bahwa Flick mungkin perlu menyesuaikan strategi, apalagi jika kelemahan defensif terus berulang. Barcelona sendiri membidik empat gelar musim depan, termasuk Liga Champions yang belum mereka raih di era baru ini.

"Saya seorang penjaga gawang. Saat kami sudah unggul 4–0, dan pemain lain masih ingin cetak gol kelima sambil melupakan segalanya, itu bikin frustrasi," pungkas Szczesny.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya