Perjalanan Karier Franco Morbidelli di MotoGP: Dibentuk Valentino Rossi, Diselamatkan Marc Marquez

Kisah unik Franco Morbidelli di ajang MotoGP, dari binaan Valentino Rossi hingga diselamatkan Marc Marquez dalam insiden latihan, menunjukkan sisi lain persaingan balap.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 27 Juli 2025, 23:00 WIB
Franco Morbidelli pada konferensi pers jelang balapan MotoGP Amerika Serikat 2025. (Mirco Lazzari gp / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Franco Morbidelli, pembalap MotoGP, memiliki perjalanan karier yang unik, sangat dipengaruhi oleh dua legenda balap, Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Rivalitas sengit antara Rossi dan Marquez memang mendominasi pemberitaan, namun Morbidelli justru mendapat manfaat besar dari keduanya. Kisahnya menyoroti bagaimana dukungan di luar lintasan bisa menjadi krusial dalam dunia balap motor.

Sebagai produk pertama VR46 Academy, Morbidelli dibina langsung oleh Rossi sejak awal kariernya di Moto2. Ia bahkan menjadi juara dunia pertama dari akademi tersebut sebelum naik ke kelas premier. Perjalanan ini menunjukkan dedikasi Rossi dalam mengembangkan talenta muda.

Di sisi lain, Marc Marquez, rival abadi Rossi, juga memainkan peran penyelamat dalam insiden latihan Morbidelli. Aksi heroik Marquez di Portimão pada Januari 2024 menunjukkan kemanusiaan di tengah persaingan ketat. Ini menjadi bukti bahwa di balik rivalitas, ada rasa hormat dan kepedulian yang mendalam.


Peran Valentino Rossi dalam Karier Franco Morbidelli

Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Franco Morbidelli (c) VR46 Racing Team

Franco Morbidelli adalah pionir dari VR46 Academy, program yang didirikan Valentino Rossi untuk mencetak pembalap berbakat. Ia bergabung saat berusia 18 tahun, menandai awal dari bimbingan intensif dari The Doctor. Debut Grand Prix Morbidelli di Moto2 pada 2013 bersama Gresini Racing adalah langkah awal yang krusial.

Puncak karier Morbidelli di Moto2 terjadi pada tahun 2017, saat ia meraih gelar juara dunia bersama tim Marc VDS. Prestasi ini menjadikannya juara dunia pertama dari VR46 Academy, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi Rossi. Setahun kemudian, ia naik kelas ke MotoGP, menjadi protegee Rossi pertama yang menembus kelas utama.

Musim terbaik Morbidelli di MotoGP adalah pada 2020, di mana ia menjadi runner-up kejuaraan. Meskipun hanya menggunakan motor Yamaha spesifikasi lama, ia berhasil meraih tiga kemenangan dan menunjukkan potensi besar. Pada 2025, Morbidelli akan kembali berduet dengan Fabio Di Giannantonio di tim VR46 Racing, melanjutkan ikatan kuatnya dengan Rossi.

Morbidelli selalu mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Rossi atas dukungan di masa muda. Ia mengingat bagaimana Rossi membantunya saat kesulitan, sebuah pelajaran berharga yang membentuk karakternya. Bantuan Rossi ini membuka jalan baginya untuk bersaing di level Grand Prix.

Lanjut Baca:

Setelah beberapa musim sulit di Yamaha, Morbidelli mencari tantangan baru dengan bergabung ke Pramac Ducati pada musim 2024. Namun, nasib berkata lain ketika ia mengalami kecelakaan parah saat latihan Superbike di Portimao pada Januari 2024. Insiden ini hampir merenggut kesadarannya dan mengancam kariernya. Dalam momen genting tersebut, Marc Marquez dan saudaranya, Alex Marquez, menjadi pahlawan tak terduga. Mereka adalah orang pertama yang tiba di lokasi kejadian dan segera memberikan pertolongan. Marc Marquez dengan sigap melepas tali helm Morbidelli, sebuah tindakan yang krusial untuk memastikan ia bisa bernapas kembali. Morbidelli sendiri tidak mengingat detail kejadian tersebut, namun ia merasakan kepanikan di sekelilingnya, termasuk tindakan cepat Marquez. Ia mengakui bahwa tanpa bantuan Marquez, ia bisa mengalami cedera permanen yang sangat serius. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya balap dan pentingnya pertolongan pertama. Kisah ini menyoroti sisi kemanusiaan yang sering terabaikan di balik persaingan sengit MotoGP. Meskipun Rossi dan Marquez adalah rival abadi, tindakan Marquez terhadap Morbidelli menunjukkan bahwa di luar lintasan, rasa hormat dan kepedulian antar pembalap tetap ada. Ini adalah pengingat bahwa olahraga ini juga tentang solidaritas dan sportivitas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya