Manchester United Uji Jaket Canggih Anti-Panas di Tur Pramusim Amerika Serikat

Skuad Manchester United tampil dengan peralatan baru yang mencuri perhatian: jaket berteknologi tinggi buatan adidas yang dirancang khusus untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil di tengah panas menyengat.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 26 Juli 2025, 18:28 WIB
Striker anyar Manchester United, Matheus Cunha (Dok. MUFC)

Liputan6.com, Jakarta Dalam upaya menghadapi cuaca ekstrem saat tur pramusim di Amerika Serikat, skuad Manchester United tampil dengan peralatan baru yang mencuri perhatian: jaket berteknologi tinggi buatan adidas yang dirancang khusus untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil di tengah panas menyengat.

Pada sesi latihan terbuka perdana di Soldier Field, markas Chicago Bears, para pemain Setan Merah diperkenalkan dengan jaket berwarna perak mencolok itu.

Meskipun suhu di kawasan utara AS sempat turun setelah sebelumnya mencapai “real feel” 42 derajat Celsius, para pemain tetap diarahkan untuk mengenakan jaket tersebut guna menghadapi potensi gelombang panas yang masih bisa muncul.

Kepala performa fisik Manchester United, Ed Leng, menjelaskan kepada para pemain soal manfaat jaket ini, sementara pelatih performa fisik utama, Charlie Owen, berperan sebagai model dadakan.

Meski beberapa pemain terlihat kebingungan dan tertawa geli saat melihat penampilan Owen, penjelasan mengenai fungsi jaket itu membuat mereka paham bahwa ini bukan sekadar gaya.


Bukan Cuma Gimmick

Pelatih kepala Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim, memimpin sesi latihan tim di Kompleks Latihan Carrington di Manchester, Inggris barat laut, pada 14 Mei 2025 dalam sesi media menjelang final Liga Europa UEFA melawan Tottenham Hotspur. Final Liga Europa UEFA akan berlangsung pada 21 Mei di Bilbao. (Oli SCARFF/AFP)

Jaket pendingin tersebut akan dipakai setelah pemanasan dan saat jeda pertandingan dalam ajang Premier League Summer Series, yang akan dimulai dengan laga melawan West Ham di MetLife Stadium, New Jersey, akhir pekan ini.

Perangkat ini bukan sekadar gimmick. Jaket itu merupakan bagian dari strategi inovasi jangka panjang adidas dalam meningkatkan performa atlet melalui teknologi.

Sebelumnya, versi lain dari jaket ini telah digunakan oleh pembalap Formula 1 dan pesepeda profesional yang terbiasa berlatih dalam suhu ekstrem. Material isolasi di dalamnya membantu menurunkan suhu tubuh saat latihan dan pertandingan.


Isu Mitigasi Cuaca di Sepak Bola

Logo FIFA terpasang bersama lambang klub peserta menjelang laga pembuka Club World Cup 2025 di Miami, Florida (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Isu mitigasi panas kian penting dalam dunia olahraga. Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, bahkan menyebut mustahil menjalani sesi latihan secara maksimal saat awal turnamen Piala Dunia Antarklub 2025 karena panas yang berlebihan.

Hal serupa juga terjadi pada klub-klub Jerman, di mana pemain cadangan Borussia Dortmund dan Bayern Munich lebih memilih berada di ruang ganti daripada duduk di bangku cadangan yang terpanggang matahari.

Adidas, sebagai mitra jangka panjang FIFA, percaya bahwa jaket ini akan menjadi perlengkapan standar bagi banyak tim nasional yang akan tampil di Piala Dunia 2026 mendatang.

Dengan semakin ekstremnya cuaca global, inovasi seperti ini bisa jadi menjadi penentu performa optimal di lapangan, dan Manchester United tampaknya siap menjadi pelopor dalam adaptasi teknologi tersebut.

Sumber: The Sun

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya