Potret Miris Benteng Alami Kawasan Pesisir di Hari Mangrove Sedunia

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 26 Juli 2025, 17:00 WIB
Potret Miris Benteng Alami Kawasan Pesisir di Hari Mangrove Sedunia
Sebuah kondisi miris terpotret saat peringatan Hari Mangrove Sedunia di Banda Aceh pada 26 Juli 2025. Hutan mangrove yang seharusnya dilestarikan sebagai benteng alami kawasan pesisir terus tergerus oleh kepentingan pembangunan perumahan dan komersial. Saat ini, pembangunan perumahan di kawasan pesisir Banda Aceh kian menggerus ruang hidup hutan mangrove. Pembangunan perumahan di lahan basah berpotensi merusak sisa-sisa hutan mangrove yang ada. Sebelumnya, di sekitar Banda Aceh, mangrove pernah menjadi bentang alam yang luas. Tapi kini banyak lahan mangrove yang telah dikonversi menjadi kawasan permukiman dan komersial.
Foto udara menunjukkan pembangunan rumah-rumah yang baru merambah kawasan hutan bakau pada peringatan Hari Mangrove Sedunia di Banda Aceh pada 26 Juli 2025. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Sebuah kondisi miris terpotret saat peringatan Hari Mangrove Sedunia di Banda Aceh pada 26 Juli 2025. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Hutan mangrove yang seharusnya dilestarikan sebagai benteng alami kawasan pesisir terus tergerus oleh kepentingan pembangunan perumahan. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Saat ini, pembangunan perumahan di kawasan pesisir Banda Aceh terus menggerus ruang hidup hutan mangrove. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Pembangunan perumahan di lahan basah berpotensi merusak sisa-sisa hutan mangrove yang ada. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Sebelumnya, di sekitar Banda Aceh, mangrove pernah menjadi bentang alam yang luas. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Tapi kini banyak lahan mangrove yang telah dikonversi menjadi kawasan permukiman dan komersial. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya