Liputan6.com, Jakarta Cara unik dilakukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menanamkan nilai pancasila kepada generasi muda khususnya para pelajar. Pada rangkaian hari anak nasional ini, BPIP mengajak ratusan siswa untuk melakukan aksi bersih-bersih sampah di kawasan publik.
Aksi nyata itu diwudukan dalam gerakan memungut sampah di kawasan Alun-alun Kejaksan Cirebon. Selain itu, para siswa juga diajak mengenalkan lebih dalam ragam permainan tradisional Indonesia.
Advertisement
“Cirebon menjadi daerah pertama yang paling utama kami lakukan karena memiliki dinamika geografis yang multikultural dan heterogen untuk menanamkan nilai Pancasila,” kata Sekretaris Utama BPIP Tonny Agung Arifianto, Kamis, (24/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang diterapkan BPIP dalam pembinaan ideologi Pancasila tidak lagi menekankan pada hafalan, melainkan pada pengamalan langsung di kehidupan sehari-hari.
“Pancasila bukan lagi ideologi yang dihafalkan, tapi harus dirasakan nilainya dan diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata,” ujarnya.
Ia mengatakan, BPIP mengintegrasikan nilai-nilai gotong royong, cinta lingkungan, solidaritas, hingga toleransi melalui aktivitas nyata pelajar dari SD, SMP, hingga SMA.
Selain itu, siswa SMP diajak memahami pentingnya sikap anti-bullying dan anti-kekerasan sebagai representasi dari nilai persatuan dan kemanusiaan.
“Sedangkan di SMA, kami dorong penguatan pemahaman tentang bahaya radikalisme dan terorisme agar mereka mampu menjaga kesatuan,” kata Tonny.
Permainan Tradisional
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menyisipkan permainan tradisional seperti Enggrang, Congklak, Eco Printing, Hingga Bakyak untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal serta membentuk karakter pelajar yang menjunjung nilai kebangsaan.
“Permainan tradisional ini penting untuk mengembalikan jati diri bangsa. Jangan sampai anak-anak kita lupa sejarah dan akar budaya sendiri,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon Agus Mulyadi mengapresiasi dipilihnya daerahnya sebagai lokasi awal kegiatan safari Pancasila dalam bentuk Saka Adi Kara dan Saka Adi Siswa oleh BPIP.
“Anak-anak tidak hanya dikenalkan nilai ideologi, tapi langsung diarahkan pada pengamalan dalam kehidupan mereka sehari-hari,” ucapnya.
Ia menyebutkan, aksi-aksi seperti pungut sampah, kegiatan komunitas, dan kampanye anti-bullying menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai sejak dini kepada generasi muda.
“Harapannya mereka jadi tutor sebaya, menularkan semangat Pancasila ke teman-teman mereka sendiri,” kata Agus.
BPIP mencatat lebih dari 1.500 pelajar di Kota Cirebon telah terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut selama tiga hari, dan program serupa akan digelar di kota-kota lain secara berkelanjutan.