BlackRock Borong Ethereum Hampir USD 4 Miliar Kurang dari Sebulan, Ada Apa?

Bukan hanya BlackRock, seluruh produk ETF Ethereum spot di Amerika Serikat (AS) juga menunjukkan tren positif. Ini merupakan fenomena baru di industri kripto. Apa penyebabnya? Simak dalam tulisan ini.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 25 Juli 2025, 12:00 WIB
Total kepemilikan Ethereum oleh BlackRock kini mencapai sekitar 2,8 juta ETH, dengan nilai lebih dari USD 10,22 miliar berdasarkan harga saat ini. Aset digital kripto Ethereum (ETH). (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - BlackRock, perusahaan manajer investasi terbesar di dunia, makin gencar mengumpulkan Ethereum (ETH). Dalam waktu kurang dari 30 hari, mereka menggandakan kepemilikan ETH lebih dari dua kali lipat.

Mengutip U.Today, Jumat (25/7/2025), data dari platform Lookonchain menunjukkan bahwa sejak 1 Juli 2025, BlackRock telah membeli 1.035.653 ETH senilai lebih dari USD 3,76 miliar atau kurang lebih Rp 61,36 triliun (estimasi kurs Rp 16.320 per USD).

Total kepemilikan Ethereum mereka kini mencapai sekitar 2,8 juta ETH, dengan nilai lebih dari USD 10,22 miliar berdasarkan harga saat ini.

Kenaikan harga Ethereum yang sudah menembus USD 3.500 membuat perhatian pelaku pasar tertuju pada kripto terbesar kedua ini. Aksi borong dari BlackRock menandakan minat besar dari investor institusi terhadap Ethereum.

ETF Ethereum

Bukan hanya BlackRock, seluruh produk ETF Ethereum spot di Amerika Serikat (AS) juga menunjukkan tren positif.

Influencer kripto Matt Hougan mengungkapkan bahwa total investasi ke ETF Ethereum spot sepanjang Juli saja sudah mencapai USD 4,4 miliar, melebihi total akumulasi sepanjang tahun sebelumnya.

Lonjakan minat beli dari investor besar ini mendorong banyak orang menyebut Juli sebagai “bulan FOMO” bagi Ethereum.

Lonjakan ini kemungkinan dipicu oleh tren positif harga ETH yang mencapai level tertinggi beberapa bulan di angka USD 3.817 pada 21 Juli.

Menurut data CoinMarketCap, harga Ethereum naik 53,69% sepanjang Juli. Banyak analis menilai bahwa investor institusi yang sebelumnya masih ragu-ragu, kini mulai mengejar ketertinggalan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Tak Cuma Bitcoin, Ethereum Kini Juga Jadi Incaran Perusahaan

Ilustrasi aset kripto Ethereum. (Foto By AI)

Sebelumnya diberitakan bahwa sejumlah perusahaan mulai memasukkan Ethereum (ETH) ke dalam neraca keuangan mereka sebagai bentuk investasi. 

Ethereum dianggap sebagai cara untuk memperoleh eksposur terhadap teknologi dasar di balik keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan dunia aset digital yang terus berkembang.

Mengutip Yahoo Finance, Selasa (22/7/2025), langkah ini masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan kripto berskala kecil. Salah satunya adalah BitMine Immersion Technologies (BMNR), yang dipimpin oleh Tom Lee dari Fundstrat.

Namun, ada juga nama besar seperti Coinbase Global (COIN) — perusahaan induk dari platform perdagangan kripto Coinbase — yang tercatat memiliki aset kripto senilai lebih dari USD 440 juta atau sekitar Rp 7,17 triliun (kurs Rp 16.290 per USD) berdasarkan data CoinGecko.

Coinbase Jadi Pionir

Ilustrasi aset kripto Ethereum. (Foto By AI)

Dalam sebuah posting blog pada 2021, Coinbase menyatakan diri sebagai perusahaan publik pertama yang menyimpan Ethereum dan aset kripto lainnya selain Bitcoin.

"Kami percaya, di masa depan, semakin banyak perusahaan yang akan menyimpan aset kripto di neraca mereka," tulis mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya