Liputan6.com, Jakarta Manchester United belum juga menemukan formula terbaik di lini tengah. Hal itu terlihat jelas saat mereka ditahan imbang tanpa gol oleh Leeds United di laga pramusim.
Pelatih baru Ruben Amorim pun menyampaikan kekhawatirannya soal performa tim, khususnya di area sentral. Ia menyoroti lambatnya progresi bola dari lini tengah.
Advertisement
Menurut Amorim, kecepatan dan kreativitas adalah hal yang masih minim di skuat saat ini. Kondisi tersebut jadi tantangan besar menjelang musim baru.
Masih ada waktu di bursa transfer musim panas untuk memperbaiki masalah ini. Manchester United pun disebut tengah membidik beberapa nama baru.
Berikut ini lima gelandang yang bisa jadi solusi utama bagi Ruben Amorim untuk memperkuat lini tengah Setan Merah.
1. Carlos Baleba
Brighton dikenal piawai menemukan bakat muda, dan Carlos Baleba adalah contoh terbaru. Gelandang asal Kamerun ini diboyong dari Lille setelah klub kehilangan Moises Caicedo dan Alexis Mac Allister.
Meski masih muda, Baleba tampil mengesankan di musim debutnya di Premier League. Ia melanjutkannya dengan kontribusi enam gol dan permainan bertahan yang solid di musim berikutnya.
Tak hanya jago merebut bola, Baleba juga andal dalam membawa bola ke depan. Ia mencatat lebih dari 57 persen keberhasilan dalam dribel, menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang modern.
2. Adam Wharton
Adam Wharton menjadi rekrutan cerdas Crystal Palace setelah diboyong dari kasta kedua Liga Inggris. Gelandang muda ini langsung bersinar dan membawa timnya menjuarai Piala FA musim lalu.
Penampilannya di final melawan Manchester City mencerminkan kematangan di luar usianya. Meski masih perlu meningkatkan kemampuan bertahan, kreativitasnya saat menguasai bola sudah menonjol.
Ia dikenal sebagai pengumpan progresif yang aktif membongkar pertahanan lawan. Jika dipasangkan dengan Kobbie Mainoo, lini tengah Manchester United bisa solid dalam jangka panjang.
3. Ederson
Ederson tampil menonjol sepanjang musim 2023/2024 bersama Atalanta. Gelandang asal Brasil itu berperan penting dalam keberhasilan klubnya menjuarai Liga Europa.
Dengan gaya bermain agresif khas Amerika Selatan, Ederson bukan sekadar pemain pengganggu lini tengah. Ia juga mencatatkan statistik impresif dalam distribusi bola, terutama di ajang Liga Champions.