Dari Torriani Sampai Leao: Ulasan Performa Pemain Milan saat Ditekuk Arsenal

AC Milan memulai pramusim mereka dengan duel melawan Arsenal yang berakhir dengan kekalahan tipis 0-1.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 24 Juli 2025, 14:22 WIB
Rafael Leao (kanan) dari AC Milan dan Martin Zubimendi (tengah) dari Arsenal berebut bola dalam pertandingan persahabatan di Singapore Festival of Football yang diadakan di National Stadium, Singapura, Rabu, 23 Juli 2025. (AP Photo/Vincent Thian)

Liputan6.com, Jakarta AC Milan memulai pramusim mereka dengan duel melawan Arsenal yang berakhir dengan kekalahan tipis 0-1. Meski hasil akhir tidak berpihak pada Rossoneri, drama berlanjut ke adu penalti di mana Milan keluar sebagai pemenang berkat aksi heroik Lorenzo Torriani. Laga ini menjadi ajang pembuktian bagi beberapa pemain muda dan debutan yang tampil cukup menjanjikan.

Pertandingan ini juga memberi gambaran awal soal kesiapan tim racikan Massimiliano Allegri jelang musim baru, baik dari segi permainan maupun individu. Ada yang tampil stabil, ada pula yang masih terlihat gugup atau belum nyetel. Dari lini belakang hingga lini depan, performa Milan di laga ini menyisakan catatan menarik untuk diulas.

Lewat artikel ini, kita akan menyimak lebih dekat siapa saja yang tampil menonjol, siapa yang masih perlu perbaikan, dan bagaimana wajah baru Milan mulai membaur dalam sistem tim. Santai saja, ini baru pramusim.


Bek-bek Tampil Naik Turun

Davide Bartesaghi (kanan) dari AC Milan dan Kai Havertz dari Arsenal berebut bola dalam pertandingan persahabatan Singapore Festival of Football di Stadion Nasional, Singapura, Rabu, 23 Juli 2025. (AP Photo/Vincent Thian)

Fikayo Tomori layak dinobatkan sebagai pemain bertahan terbaik Milan di laga ini. Ia tampil lugas, disiplin, dan berani memotong serangan Arsenal pada momen-momen krusial. Tomori bahkan tak segan maju membantu serangan.

Malick Thiaw juga menunjukkan ketenangan meski aksinya tak sebanyak Tomori. Ia piawai menempatkan posisi di dalam kotak penalti dan beberapa kali membuat clearance penting. Sementara itu, Pavlovic tampil kurang meyakinkan, terutama dalam build-up.

Bartesaghi mendapat ujian berat saat harus berhadapan dengan Bukayo Saka. Ia kesulitan sepanjang laga dan kehilangan pemain yang dijaganya saat Arsenal mencetak gol. Performanya di sisi kiri jadi salah satu titik lemah Milan kali ini.


Lini Tengah Campur Aduk

Gelandang anyar Arsenal Christian Norgaard (kanan) beraksi pada uji coba melawan AC Milan. (AP Photo/Vincent Thian)

Ruben Loftus-Cheek menjadi motor utama di lini tengah dengan aksinya yang eksplosif. Ia beberapa kali membuat lini belakang Arsenal kerepotan lewat lari tanpa bola dan flick-on cerdas. Namun, penyelesaian akhirnya masih kurang tajam.

Ricci tampil kalem dan stabil, tanpa banyak sorotan, tapi menjalankan perannya dengan baik. Ia jadi penghubung antarlini yang efektif meski minim aksi menonjol. Sebaliknya, Yunus Musah terlihat ceroboh dan kehilangan bola di area berbahaya.

Lanjut Baca:

Kehadiran Saelemaekers di sayap juga tidak terlalu membantu. Ia sempat aktif di awal laga, tapi gagal memanfaatkan peluang dan sering kalah duel. Kombinasi ini membuat Milan kesulitan mengontrol lini tengah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya