Kisah Heroik Aitana Bonmati: Dari Ranjang Rumah Sakit ke Panggung Final Women Euro 2025

Aitana Bonmati sempat dirundung ketidakpastian jelang Women Euro 2025. Ia baru saja keluar dari rumah sakit beberapa hari sebelum turnamen dimulai gara-gara virus meningitis.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 24 Juli 2025, 10:16 WIB
Aitana Bonmatí dari Spanyol merayakan setelah mencetak gol pembuka dalam pertandingan sepak bola semifinal Euro Wanita 2025 antara Jerman dan Spanyol di Stadion Letzigrund, Zurich, Swiss, Rabu, 23 Juli 2025. (AP Photo/Alessandra Tarantino)

Liputan6.com, Jakarta Aitana Bonmati sempat dirundung ketidakpastian jelang Women Euro 2025. Ia baru saja keluar dari rumah sakit beberapa hari sebelum turnamen dimulai gara-gara virus meningitis.

Namun, dalam waktu singkat, gelandang Spanyol itu kembali menunjukkan kelasnya. Dari pemain cadangan, ia berubah menjadi penentu kemenangan di semifinal.

"Ini layak jadi buku," kata Bonmati ketika ditanya bagaimana rasanya hampir absen di Euro lalu mencetak gol penting. Ia menjadi pahlawan Spanyol lewat gol dramatis ke gawang Jerman.


Langkah Terjal Menuju Final

Selebrasi Aitana Bonmati dalam laga Jerman vs Spanyol di semifinal Euro Wanita 2025, Kamis (24/7/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Alessandra Tarantino)

Euro 2025 digelar di Swiss sejak 2 Juli, dan kini mencapai partai puncak. Spanyol akan menghadapi Inggris di St Jakob-Park, Basel, pada Minggu, 27 Juli 2025 pukul 23.00 WIB.

Pertandingan itu menjadi final pertama Spanyol dalam sejarah Kejuaraan Eropa Wanita. Mereka melangkah ke sana setelah menumbangkan Jerman 1-0 lewat perpanjangan waktu.

Dominasi Spanyol di laga itu hampir berujung adu penalti. Namun, Bonmati muncul di momen krusial, mematahkan rekor buruk timnya melawan Jerman.


Gol yang Mengubah Segalanya

Selebrasi skuad Spanyol dalam laga versus Jerman di semifinal Euro Wanita 2025, Kamis (24/7/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Martin Meissner)

Bonmati menerima umpan Athenea del Castillo dengan cerdik, lalu melewati dua bek Jerman. Ia melepaskan tembakan tajam ke tiang dekat, tak terjangkau kiper Ann-Katrin Berger.

"Itu gol kelas dunia. Pemain top muncul di saat penting, dan itulah Bonmati," ujar mantan bek Skotlandia, Jen Beattie. "Ia membuktikan mengapa dia pemenang Ballon d’Or," lanjutnya.

Rekan seprofesi dari Inggris, Steph Houghton, menambahkan, "Dia pemain terbaik Spanyol malam ini. Dia membawa mereka ke final pertama sepanjang sejarah."


Menulis Sejarah Baru

Spanyol sebelumnya delapan kali gagal menang atas Jerman di ajang resmi. Empat kekalahan terakhir bahkan dialami tanpa mencetak gol.

"Rasanya hari ini kami menulis sejarah lagi," kata Bonmati. "Untuk pertama kalinya kami ke final Euro Wanita dan menaklukkan Jerman."

Spanyol berpeluang meraih gelar Eropa setelah menjuarai Piala Dunia 2023. Mereka kembali menjadi favorit, seperti yang diprediksi Opta sejak awal turnamen.

 


Perjalanan yang Emosional

Perayaan gol Bonmati disambut euforia fans Spanyol di Stadion Letzigrund. Ia langsung berlari ke arah bangku cadangan, merayakan dengan rekan setim.

"Gol di laga seperti ini sangat spesial. Jika saya bisa membantu tim menulis sejarah, itu sangat berarti," katanya.

"Saya percaya diri secara fisik dan mental. Saya ingin tampil maksimal. Terima kasih untuk semua orang yang mendukung saya kembali ke level terbaik," ucap Bonmati penuh emosi.


Fokus Menuju Final

Para pemain Spanyol merayakan di akhir pertandingan sepak bola semifinal Euro Wanita 2025 antara Jerman dan Spanyol di Stadion Letzigrund, Zurich, Swiss, Rabu, 23 Juli 2025. (AP Photo/Alessandra Tarantino)

Kini, Spanyol bersiap menghadapi Inggris, tim yang mereka kalahkan di final Piala Dunia 2023. Laga itu dimenangkan lewat gol tunggal Olga Carmona.

Mereka datang ke Euro 2025 sebagai favorit, dan status itu makin kuat usai menyingkirkan Jerman. Namun, tantangan terakhir tetap berat.

"Hari ini, kami boleh merayakannya. Besok, kami mulai pikirkan Inggris," tutup Bonmati, siap menorehkan sejarah baru.

Sumber: BBC Sport

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya