Harga Chainlink (LINK) Bidik USD 22, Bakal Naik Terus ke USD 28?

Sejak awal bulan, harga LINK sudah melonjak sekitar 50% setelah berhasil keluar dari pola falling wedge. Kenaikan ini sempat memunculkan kekhawatiran akan koreksi.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 23 Juli 2025, 14:00 WIB
Ilustrasi harga kripto (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga Chainlink (LINK) kembali menunjukkan sinyal bullish setelah berhasil merebut kembali level support penting dan menembus resistance di USD 17,50 per koin. Aksi rebound dari zona support USD 12,70 mendorong harga naik tajam, menandakan adanya pergeseran momentum ke arah positif.

Mengutip coinmarketcap, Rabu (23/7/2025), dengan volume perdagangan yang turut meningkat dan indikator teknikal yang mengarah ke tren naik, LINK berpotensi melanjutkan reli yang kuat.

Sejak awal bulan, harga LINK sudah melonjak sekitar 50% setelah berhasil keluar dari pola falling wedge. Kenaikan ini sempat memunculkan kekhawatiran akan koreksi, namun para investor mampu mempertahankan tren positif.

Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya partisipasi investor, terlihat dari lonjakan jumlah alamat aktif dalam rentang harga tertentu.

Aktivitas alamat aktif harian yang meningkat mencerminkan minat pasar yang tinggi terhadap LINK. Tren ini juga didukung oleh penurunan signifikan dalam saldo token di bursa—ke level terendah sejak awal peluncurannya—yang menunjukkan bahwa banyak investor memilih untuk menyimpan LINK ketimbang menjualnya, memperkuat sinyal akumulasi.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Siap Cetak Rekor Baru

Ilustrasi Kripto, Crypto atau Cryptocurrency. Foto: Freepik/Frimufilms

Dengan momentum ini, muncul pertanyaan: ke mana arah pergerakan harga LINK selanjutnya? Apakah token ini mampu menembus USD 50 pada 2025?

Melihat grafik mingguan, LINK saat ini berada dalam pola bullish dan tengah menguji neckline dari formasi double bottom.

Indikator Chaikin Money Flow (CMF) telah bergerak di atas level 0, sementara MACD mingguan baru saja berbalik arah ke tren naik setelah berbulan-bulan dalam fase bearish.

Kombinasi indikator ini mengindikasikan potensi penembusan bullish dalam waktu dekat, yang bisa mendorong harga menuju resistance atas dari saluran paralel yang menanjak.

Jika LINK berhasil menembus level resistance di sekitar USD 38, maka hambatan besar terakhir sebelum mencapai level tertinggi sepanjang masa (ATH) di USD 53 akan tersingkir.

Setelah itu, harga LINK berpeluang masuk ke fase price discovery dan mencetak rekor baru.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya