Kompolnas Minta Publik Tak Berspekulasi soal Kasus Tewasnya Diplomat Kemlu ADP

Korban tewas dengan kondisi kepala terlilit solasi, ditemukan di dalam rumah kost, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025) lalu.

oleh Ady AnugrahadiDiperbarui 28 Juli 2025, 12:01 WIB
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP (39) ditemukan tewas di dalam kamar indekos Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025) (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengimbau masyarakat untuk menghormati privasi keluarga ADP (39), diplomat muda Kementerian Luar Negeri.

Korban tewas dengan kondisi kepala terlilit solasi, ditemukan di dalam rumah kost, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025) lalu.

Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam, menegaskan segala informasi yang menyangkut kehidupan pribadi korban maupun dugaan penyebab kematian harus didasarkan pada fakta. Dia meminta agar masyarakat tidak berspekulasi tanpa dasar.

"Semua informasi monggo Saja, asalkan ada basis faktanya. Tapi kita imbau kepada siapapun, mohon dihormati haknya keluarga yang sudah kehilangan salah satu anggota keluarganya. Tolong itu dihormati," kata dia usai meninjau langsung tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (22/7/2025).

“Apapun boleh Anda ngomong apa saja, asalkan ada haknya, plus tolong juga dijaga etikanya. Kasian pihak keluarga sudah kehilangan anggota keluarganya," sambung dia.

 

Jaga Etika

Anam juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan informasi di ruang publik. Dia sebagai Komisoner Komplonas juga tak sembarangan bicara.

Menurut dia, fakta-fakta yang didapatkan dari mulai dari pihak keluarga sampai di Tempat Kejadian Perkara akan dilakukan analisis secara komperhensif.

"Makanya karena kami cukup tertib ini, ketemu keluarga dulu, ke TKP, baru ngecek polisi. Dua hal yang penting. Satu soal substansinya, kedua prosedurnya. Karena prosedur itu ya otomatis akan ngomong ini dilakukan dengan cara baik, melanggar hukum nggak, dan sebagainya," ucap dia.

 

Jangan Berspekulasi

Anam juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian korban. Dia memahami perhatian masyarakat terhadap kasus ini. Namun, ia menegaskan pentingnya menahan diri untuk berspekulasi tanpa fakta yang ada.

“Mohon, menganalisis berdasarkan kondisi faktual di dalam peristiwa. Kalau enggak, ya kita ke mana-mana. Dan itu malah tidak membantu keluarga, tidak membantu penegak hukum untuk membuat terangnya peristiwa," tandas dia.

Aksi penganiayaan terus bertambah (liputan6.com/abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya