Liverpool Boros di Bursa Musim Panas 2025: Apa yang Berubah?

Liverpool tiba-tiba boros di transfer dengan pengeluaran hingga 300 juta euro untuk Wirtz, Ekitike, Frimpong, Kerkez, perubahan strategi besar pasca era Klopp.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 22 Juli 2025, 11:02 WIB
Hasil imbang tersebut membuat tim racikan pelatih Arne Slot itu menutup Liga Premier Inggris musim 2024/2025 dengan raihan 84 poin dari 38 pertandingan. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Liverpool juara Premier League musim lalu bukan berarti santai di bursa transfer. Malah, mereka justru agresif dan boros di musim panas 2025 ini.

Kebijakan transfer mereka berubah total dibanding era Jurgen Klopp yang lebih hemat. Kali ini dana mengalir deras meski performa klub sudah sangat memuaskan musim lalu.

Gelar juara itu tampaknya tidak membuat skuad Liverpool dan Arne Slot terlena. Mereka justru lebih aktif lagi di bursa transfer dan mengeluarkan uang hingga lebih dari 300 juta euro.

Perubahan manuver ini membangkitkan rasa penasaran publik: Apa yang memicu keputusan belanja besar dan apa artinya bagi strategi jangka panjang mereka?


Skala belanja Liverpool dan pembelian besar

Florian Wirtz, pemain Liverpool mulai musim 2025/26. (@LFC)

The Reds telah menggelontorkan sekitar 211 juta euro untuk trio Jeremie Frimpong (40 juta euro), Milos Kerkez (46,9 juta euro), dan Florian Wirtz (125 juta euro).

Belum selesai: Liverpool kini disebut telah menyapakati transfer Hugo Ekitike dari Eintracht Frankfurt dengan nilai transfer sekitar 95 juta euro.

Jika Ekitike resmi, total belanja Liverpool musim panas ini mencapai sekitar 300,7 juta euro (sekitar 5,7 triliun rupiah), menempatkan musim ini sebagai salah satu yang paling boros dalam sejarah Premier League.


Kontras tajam dengan era hemat Klopp

Jeremie Frimpong resmi bergabung ke Liverpool setelah ditebus dari Bayer Leverkusen pada Jumat (30/5/2025) malam WIB. (dok. Liverpool)

Era Jurgen Klopp ditandai transfer yang sangat berhati-hati dan pengeluaran rendah. Liverpool dikenal enggan bersaing dengan klub bermodal besar seperti Manchester City atau PSG.

Kini era Arne Slot diwarnai perubahan strategi: Belanja ofensif besar-besaran meski status juara baru diraih dan masih sangat segar. Investasi masif ini jadi bukti perubahan paradigma klub.

Klub kini melihat momentum pasca gelar sebagai peluang untuk memperkuat fondasi skuad, menjaga kejayaan, dan menyiapkan diri mempertahankan gelar.


Risiko dan Potensi Masalah

Milos Kerkez, pemain anyar Liverpool gabung dari Bournemouth di bursa transfer musim panas 2025. (Dok. liverpoolfc.com)

Di sisi lain, belanja besar menyimpan risiko finansial tinggi. Ekspektasi menanjak bersama biaya transfer dan gaji tinggi menuntut hasil instan di lapangan.

Namun, ambisi jangka panjang Liverpool terlihat jelas: Membangun skuad yang kompetitif untuk domestik dan Eropa, serta menjaga nama besar klub.

Mengeluarkan 300 juta euro di satu bursa transfer musim panas jelas sangat besar. Yang menarik, pemain-pemain yang direkrut Liverpool sejauh ini tampak sebagai pilihan yang tepat.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya