Kebakaran Kapal Barcelona V, Basarnas Sebut Jumlah Korban 580 Orang, 3 Meninggal Dunia

Proses evakuasi ratusan penumpang awalnya dilakukan oleh sejumlah nelayan di sekitar perairan tersebut, kemudian menyusul Basarnas Manado, BPBD, Bakamla, serta aparat TNI dan Polri.

oleh Yoseph IkanubunDiperbarui 21 Juli 2025, 14:49 WIB
Kebakaran KM Barcelona V yang melayani rute pelayaran Kabupaten Kepulauan Talaud menuju Kota Manado itu terjadi pada, Minggu (20/7/2025), sekitar pukul 14.00 Wita.

Liputan6.com, Manado - Basarnas Manado akhirnya mengeluarkan secara resmi data korban terbakarnya KM Barcelona V di Perairan Pulau Talisei, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut.

Kebakaran KM Barcelona V yang melayani rute pelayaran Kabupaten Kepulauan Talaud menuju Kota Manado itu terjadi pada, Minggu (20/7/2025), sekitar pukul 14.00 Wita.

"Untuk data sementara hingga Senin 21 Juli 2025 siang, jumlah korban sebanyak 580 orang. Tiga orang meninggal dunia, dan dua orang masih dalam pencarian," ungkap Humas Basarnas Manado Nuriadin Gulemeng pada, Senin (21/7/2025).

Diketahui, KM Barcelona V bertolak dari Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud menuju Pelabuhan Manado, pada Sabtu (19/7/2025) malam. Naas bagi kapal tersebut karena mengalami kebakaran saat melintas di Perairan Pulau Talisei, pada Minggu siang.

Proses evakuasi ratusan penumpang awalnya dilakukan oleh sejumlah nelayan di sekitar perairan tersebut, kemudian menyusul Basarnas Manado, BPBD, Bakamla, serta aparat TNI dan Polri.

Dia mengungkapkan tiga warga yang meninggal dunia itu, yakni Asna Lapae (50), Zakaria Tindiuling dan Juliana Humolung (40). Menurutnya, hingga kini Basarnas masih terus menangani para korban pascaevakuasi dari lokasi kebakaran.

Kodam XIII/Merdeka melalui Kesdam XIII/Merdeka menurunkan tim kesehatan untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan medis awal terhadap para korban.

 

Pelayanan Medis Darurat

Sebanyak 7 personel kesehatan dipimpin oleh Letda Ckm Teddy Samudra dikerahkan ke Dermaga IV Pelindo Manado pada pukul 22.20 Wita, sebagai bagian dari tanggap darurat terhadap kedatangan korban yang telah dievakuasi dari lokasi kejadian.

Tim kesehatan dilengkapi dengan 3 unit kendaraan ambulans tipe APV, 3 katagori perawat dan 3 katagori pendukung ambulans. Keberadaan tim ini bertujuan untuk memberikan pelayanan medis darurat, pemeriksaan kondisi kesehatan korban, serta mendukung kelancaran proses rujukan ke fasilitas kesehatan jika diperlukan.

"Langkah cepat dan terkoordinasi ini menjadi bentuk nyata kepedulian Kodam XIII/Merdeka dalam menjalankan misi kemanusiaan serta mendukung penuh operasi penyelamatan korban musibah laut bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, dan stakeholder lainnya," ungkap Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Inf Daniel Lalawi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya