Ruben Amorim Siap Buat Gebrakan, Manchester United Terpaksa Harus Banyak Jual Pemain

Klub asal pemain memang mematok harga yang tinggi, tetapi bukan tidak mungkin jika Manchester United dapat menjual pemain yang tidak ada dalam rencana Amorim.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 21 Juli 2025, 09:00 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim, memimpin sesi latihan tim di Kompleks Latihan Carrington di Manchester, Inggris barat laut, pada 14 Mei 2025 dalam sesi media menjelang final Liga Europa UEFA melawan Tottenham Hotspur. Final Liga Europa UEFA akan berlangsung pada 21 Mei di Bilbao. (Oli SCARFF/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Pembangunan kembali Manchester United belum berhenti. Bayangan musim-musim yang mengecewakan masih menghantui, tetapi kedatangan Ruben Amorim telah menghidupkan kembali ilusi tersebut.

Dengan gaya yang jelas dan identitas yang sedang dibangun, pemain-pemain seperti Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo yang telah dikonfirmasi, proyek baru ini mulai terbentuk.

Namun, pelatih asal Portugal itu tidak ingin berhenti di tengah jalan. Lini tengah masih membutuhkan percikan seseorang yang dapat menjadi pembeda. Dalam skenario ini, sebuah nama yang menarik perhatian telah muncul, dan itu adalah Xavi Simons.

Menurut jurnalis Sébastien Vidal, MU telah membuka pembicaraan dengan Xavi Simons. Pemain asal Belanda tersebut, yang bersinar di Leipzig musim lalu dengan 11 gol dan delapan assist dalam 33 pertandingan, diminati karena fleksibilitas dan kreativitasnya.

Leipzig mematok harga 70 juta euro untuknya, angka yang tinggi, tetapi bukan tidak mungkin jika klub dapat menjual pemain yang tidak ada dalam rencana Amorim. Kabarnya, gelandang tersebut siap meninggalkan klub Bundesliga tersebut.


Bisa Bermain Sesuai Formasi Ruben Amorim

Manajer Manchester United (MU), Ruben Amorim. (Darren Staples / AFP)

Xavi bisa bermain sebagai playmaker atau pemain sayap, persis seperti yang diinginkan Amorim untuk formasi 3-4-2-1-nya. Pemain berusia 22 tahun ini memiliki kualitas teknis, kecepatan, intuisi, dan sentuhan berani yang jarang dimiliki tim, meski ada juga keraguan.

Karakternya telah dipertanyakan di periode sebelumnya, dan ia belum pernah bermain di lingkungan yang sefisik dan setangguh Liga Inggris. Terlebih lagi, banderolnya tidak kecil, mengingat Leipzig membayar 50 juta untuknya dan tidak akan mudah menyerah.


Alasan Manchester United Ingin Rekrut Xavi

(Dari kiri) Pemain RB Leipzig David Raum, Xavi Simons, Yussuf Poulsen dan Christopher Lenz melakukan pemanasan saat latihan menjelang pertandingan Grup G Liga Champions 2023/2024, di stadion Stadion Wankdorf, Senin (18/9/2023). (Fabrice COFFRINI / AFP)

Cara bermainnya mengingatkan pada talenta-talenta hebat yang dulu merajalela di Old Trafford. Dengan Amorim yang membimbing pemain Belanda ini, ia bisa meledak, tetapi membayar 70 juta tanpa jaminan selalu berisiko.

Seperti diketahui, gelandang asal Belanda itu dibidik menyusul performa impresif saat membela tim nasional pada Euro 2024. Ada dua alasan yang membuat Manchester United ingin merekrutnya.


Koneksi Belanda di Skuad Manchester United

Gelandang Belanda #07 Xavi Simons (tengah) merayakan gol pembuka timnya yang dicetak ke gawang Islandia dalam laga uji coba internasional terakhir jelang Euro 2024 di De Kuip, Selasa (11/6/2024) dini hari WIB. (JOHN THYS / AFP)

Pertama kesuksesan merekrut Leny Yoro. MU mengalahkan Real Madrid demi mendatangkan pemain Prancis itu. Kesuksesan ini menumbuhkan keyakinan di manajemen MU untuk melakukan hal serupa kepada Bayern Munchen dan RB Leipzig.

Faktor kedua adalah koneksi Belanda. MU pernah memiliki manajer asal Negeri Kincir Angin Erik ten Hag. Sebelumnya Ten Hag sudah memanfaatkan kedekatan itu saat meyakinkan Joshua Zirkzee musim panas ini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya