Ilmuwan Jepang Sebut Diet Washoku Punya Peran dalam Cegah Depresi

Para peneliti mempelajari 12.500 orang dewasa yang bekerja dan mengikuti diet washoku, ini hasilnya.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 21 Juli 2025, 06:00 WIB
Ilmuwan Jepang Sebut Diet Washoku Punya Peran dalam Cegah Depresi. Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta - Ilmuwan Jepang mengatakan bahwa diet washoku dapat melindungi dari gejala depresi.

Hal ini diungkap dalam studi baru dari Japan Institute for Health Security. Diet ini merujuk pada pola makan populer Jepang yang kaya akan sayuran, makanan fermentasi, kacang-kacangan, dan ikan.

Para peneliti mempelajari 12.500 orang dewasa yang bekerja dan mengikuti diet washoku. Para pekerja rajin mengonsumsi ikan, sayuran, nasi, dan kacang kedelai. 

“Peneliti menemukan, mereka yang menjalani diet ini lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami suasana hati yang buruk, kecemasan, dan stres dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan olahan, gula, daging, dan biji-bijian olahan,” mengutip The Independent, Minggu (20/7/2025).

Menurut studi tersebut, mereka yang mengikuti versi modern dari diet tersebut, yang menambahkan sayuran dan buah mentah sambil mengurangi asupan natrium, merasakan manfaat yang lebih besar. Yaitu, risiko berkurang hingga 20 persen.

Temuan ini tetap konsisten ketika mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat stres kerja. Namun, manfaatnya kurang terlihat pada mereka yang bekerja dengan jam kerja yang sangat panjang.

Skor dikembangkan untuk makanan tradisional Jepang: nasi putih, sup miso, produk kedelai, sayuran matang, jamur, rumput laut, ikan, makanan asin, dan teh hijau.

Sementara itu, pola makan yang dimodifikasi menunjukkan peningkatan skor yang signifikan dalam hal makanan asin. Pola makan ini juga mengganti nasi putih dengan nasi yang diproses minimal, serta menambahkan buah-buahan, sayuran mentah, dan produk susu.

 

Harap Budaya Makan Jepang Dukung Kesejahteraan Mental

Sayuran memiliki kandungan folat yang diketahui membantu memproduksi serotonin dan dopamin – neurotransmiter yang berperan penting dalam mengatur suasana hati.

Sementara itu, teh hijau, miso, dan sayuran berwarna-warni mengandung antioksidan yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif pada otak.

Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menetapkan hubungan sebab akibat antara diet washoku dan pencegahan depresi, para ilmuwan mengatakan hasil penelitian ini sangat menggembirakan.

Salah satu peneliti yang terlibat langsung dalam penelitian ini, Haruka Miyake, mengatakan bahwa temuan ini sesuai dan mendukung hipotesis bahwa pola makan Jepang baik untuk kesehatan mental.

"Kami berharap bahwa mempromosikan kebiasaan makan sehat yang berakar pada budaya makanan Jepang akan mengarah pada strategi kesehatan masyarakat baru untuk mendukung kesejahteraan mental," kata Miyake mengutip The Japan Times.

 

Pola Makan Orang Jepang dan Gangguan Suasana Hati

Peneliti juga mengatakan bahwa studi ini bisa memberikan informasi kepada dokter dan tenaga kesehatan tentang kemungkinan hubungan pola makan orang Jepang dengan penanganan gangguan suasana hati.

"Temuan kami berkontribusi pada semakin banyaknya bukti yang menunjukkan peran penting pola makan yang spesifik budaya terhadap kesehatan mental," tambah para peneliti yang mempublikasikan temuan mereka di jurnal Psychiatry and Clinical Neurosciences.

"Studi ini memberi informasi kepada dokter dan tenaga kesehatan masyarakat tentang kemungkinan hubungan antara pola makan orang Jepang dan gangguan suasana hati. Jika terkonfirmasi, temuan ini dapat menjadi dasar untuk menggunakan pendekatan pola makan sebagai strategi kesehatan masyarakat untuk pencegahan depresi."

Infografis Macam-Macam Diet. (Dok: Liputan6.com/Trisyani)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya