Belum Pernah Menang, Ini Head to Head Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23

Indonesia U-23 belum pernah mengalahkan Malaysia U-23 dalam pertemuan resmi sejak 2009. Laga penentuan semifinal Piala AFF U-23 2025 menjadi ujian berat Garuda Muda.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 20 Juli 2025, 07:30 WIB
Skuad Timnas Indonesia U-23 berfoto menjelang laga melawan Timnas Filipina U-23 pada Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (18/7/2025). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Jakarta Indonesia menjadi negara penyelenggara Piala AFF U-23 2025 yang digelar pada periode 15-29 Juli 2025. Kompetisi ini berlangsung di dua venue utama yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta dan Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi.

Timnas Indonesia U-23, Malaysia U-23, Filipina U-23, dan Brunei Darussalam U-23 tergabung dalam Grup A. Duel penutup antara Indonesia dan Malaysia diprediksi menjadi "pertandingan final" di grup ini mengingat pemenangnya memiliki peluang besar melenggang ke semifinal.

Pertemuan pamungkas nanti akan mempertemukan Indonesia U-23 dengan rival tradisional Malaysia U-23. Suasana laga diprediksi akan sangat memanas karena faktor prestise regional dan target semifinal yang diperebutkan kedua kubu.


Klasemen Grup A dan Skenario Semifinal

Timnas Indonesia U-23 melawan Filipina di Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Jumat (18/7/2025) malam WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Indonesia memuncaki klasemen Grup A dengan raihan enam poin dari dua kemenangan berturut-turut. Setelah melumat Brunei dengan skor telak, Garuda Muda kemudian menaklukkan Filipina 1-0 di matchday kedua.

Malaysia mengumpulkan tiga poin dari satu kemenangan, posisi yang sama dengan Filipina setelah keduanya meraih satu menang dan satu kalah. Regulasi turnamen menetapkan hanya juara grup A yang langsung melaju ke semifinal, sementara satu slot tersisa diperebutkan runner-up terbaik dari ketiga grup.

Hasil seri sudah memadai bagi Indonesia untuk mengunci gelar juara grup dan tiket empat besar. Malaysia datang ke laga decisif ini setelah menghancurkan Brunei 7-1, namun tim kepelatihan menegaskan konsentrasi penuh kini tertuju pada persiapan melawan Indonesia.

Pelatih Malaysia, Nafuzi Zain, menyebut pertandingan kontra Indonesia sebagai "ujian terberat", khususnya bermain di GBK yang memiliki atmosfer suporter sangat menggelegar. Bagi Malaysia, duel melawan Garuda Muda ini menentukan cita-cita mereka merebut tiket semifinal.

Kemenangan besar atas Brunei telah mengangkat moral, namun pengakuan pelatih Malaysia mempertegas bahwa berhadapan dengan tuan rumah yang didukung penuh penonton akan menjadi eksamen sebenarnya bagi tim Harimau Muda.


Rekap Pertemuan Indonesia U-23 vs Malaysia U-23

Hingga pertandingan usai, tidak ada lagi gol tambahan baik untuk Timnas Indonesia U-23 maupun Brunei Darussalam. Kemenangan atas Brunei Darussalam menempatkan Timnas Indonesia U-23 berada puncak klasemen Grup A ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Dari sisi sejarah, Timnas Indonesia U-23 belum pernah mencicipi kemenangan atas Malaysia dalam pertemuan resmi sejak 2009. Dalam enam duel terakhir sejak tahun tersebut, Harimau Muda membukukan tiga kemenangan dan tiga hasil seri, sementara Garuda Muda belum mampu meraih satu pun kemenangan.

Lanjut Baca:

Pertemuan paling akhir kedua tim berlangsung di Piala AFF U-23 2023, ketika Malaysia menundukkan Indonesia dengan skor 2-1. Kekalahan paling telak Indonesia dari Malaysia terjadi pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2017 di Jakarta, dimana Indonesia tertunduk 0-3 di kandang sendiri. Memang Indonesia U-23 pernah menang atas Malaysia U-23 di SEA Games 2021. Laga berakhir imbang 1-1 di waktu normal, lalu Garuda Muda menang 4-3 di babak adu penalti. Namun, dalam perhitungan head-to-head umumnya kemenangan penalti tidak dipertimbangkan. Secara keseluruhan, Malaysia U-23 telah mencetak delapan gol ke gawang Indonesia U-23, sementara Garuda Muda hanya berhasil membalas dengan tiga gol. Statistik pertemuan ini memang menunjukkan superioritas Malaysia di level usia muda. Meskipun demikian, catatan head-to-head tidak menjamin hasil pertandingan selanjutnya. Yang terpasti, seluruh persiapan telah rampung dilakukan kedua tim untuk menghadapi laga krusial ini, dan performa di lapangan akan menjadi faktor penentu akhir bagi kedua tim.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya