Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi karya anak bangsa Surplus menggaungkan isu keselamatan lingkungan dengan memanfaatkan kembali produk berlebih (overstock) dari pelaku usaha yang bisa dijual kembali untuk mengurangi limbah produksi. Mereka menghadirkan inovasi baru melalui peluncuran 'Clearance Sale App' yang menyediakan berbagai produk untuk membantu masyarakat berbelanja hemat sekaligus ramah lingkungan.
CEO Surplus Indonesia Agung Saputra mengatakan pihaknya mewadahi pelaku usaha atau UMKM dari sektor makanan, kecantikan, elektronik, fesyen dan kriya untuk bisa menjual kembali produk yang tidak layak display. Penyebabnya karena cacat produksi atau produk yang berlebih pada restoran atau kafe tapi dengan kualitas yang masih baik.
Advertisement
"Kita nggak ingin ada food waste dan kesulitan akses pangan sehingga Indonesia nggak jadi negara penyumbang sampah makanan, dan ingin memberi dampak bagi anak muda," kata Agung dalam peluncuran Surplus Clearance Sale Apps di Jakarta, Jumat, 18 Juli 2025.
Nantinya, produk overstock ini akan diunggah melalui aplikasi Surplus oleh para pelaku usaha. Produk akan dijual kembali dengan metode flash sale dengan tenggat waktu tertentu untuk kategori makanan dan waktu tak berbatas untuk produk kriya atau fesyen dan dengan harga yang lebih terjangkau.
Kualitas Produk Dipantau Ketat
Agung menjamin produk makanan yang dijual kembali melalui aplikasi Surplus masih terjaga kelayakannya, dan sistem dalam aplikasi juga akan mengurasi jika makanan sudah melewati batas kedaluwarsa maka tidak bisa dipilih oleh pengguna.
"Yang bertanggung jawab dalam memastikan bahwa produk tersebut bukan yang tidak layak konsumsi adalah pelaku usaha, nanti di aplikasi surplus, customer akan menilai dari informasi yang terlihat seperti tanggal kedaluwarsa, lalu ada countdown-nya juga di aplikasi Surplus, sehingga jika menunya belum terjual, tetapi sudah melewati tanggal expired, maka menunya akan off," terang Agung.
Surplus juga mengurasi produk fashion dan kriya yang akan dijual kembali dengan syarat hanya rusak minor dan tidak ada cacat fisik produk yang sangat terlihat seperti baju bolong atau noda pada produk yang terlihat jelas. Hal itu untuk mendapatkan kepercayaan konsumen dan menjamin bahwa produk yang dijual kembali masih layak untuk digunakan.
Semangat Menyelamatkan Lingkungan
Agung juga bersyukur dengan arus informasi yang luas meningkatkan kesadaran dari generasi muda yang semakin ingin terlibat dalam pelestarian lingkungan yang membuat aplikasinya semakin dipercaya sebagai wadah untuk berkontribusi terhadap keberlanjutan.
"Branding kita tidak memakai kata-kata yang sentimennya negatif, seperti sisa, ataupun bekas tapi kita memakai kata-kata seperti overstock, berlebih. Kenapa? Karena membuat mereka merasa jadi habit nantinya, jadi lifestyle. Jadi anak-anak muda itu menilai dengan melakukan donasi, menyelamatkan makanan, itu dianggap keren," tuturnya.
Agung mengatakan Surplus mendukung komitmen dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) di Indonesia dalam hal mengurangi pemborosan pangan dan pencegahan sampah secara general, serta menciptakan peluang ekonomi baru dan mendorong gaya hidup konsumsi yang lebih bijak. Surplus Clearance Sale Apps juga bisa digunakan oleh pengguna pribadi yang ingin mendonasikan barang miliknya melalui fitur forum tanpa dikenakan biaya platform.
Meminimalkan Produk yang Terbuang
Sementara itu, Tania Wirjakusuma selaku COO Freshly Baked by Origin Bakery, juga membagikan pengalamannya bergabung bersama Surplus.
"Sebagai pelaku F&B, food waste selalu menjadi tantangan tersendiri karena produk kita tak bisa lama disimpan. Dengan adanya Surplus, kita bisa meminimalkan produk yang terbuang, sambil menarik pelanggan baru yang ingin menikmati makanan kami dengan harga yang lebih hemat. Win-win solution untuk bisnis dan bumi," kata Tania.
Advisor Surplus Sandiaga Uno menambahkan, saat ini, Indonesia masih jadi salah satu penyumbang limbah makanan terbesar di dunia. "Dengan inovasi karya anak bangsa seperti Surplus kita yakin bisa berubah bersama. Lebih lagi lewat pilar 3P: People, Planet, Prosperity, tentunya kita optimis ini bisa membawa kita satu langkah lebih dekat menuju visi besar Indonesia Emas 2045," harap Sandiaga Uno.