Modal Wajib Timnas Indonesia untuk Hadapi Ujian Berat Lawan Arab Saudi dan Irak

Timnas Indonesia dihadapkan pada ujian berat dalam perjuangan di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kali ini, Garuda harus menaklukkan lawan tangguh di putaran keempat zona Asia.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 19 Juli 2025, 08:43 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Thom Haye (tengah) berebut bola dengan dua pemain Irak, Ahmed Yahya (kiri) dan Amir Al-Ammari pada laga Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). (Bola.com/Abdul Aziz)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia dihadapkan pada ujian berat dalam perjuangan di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kali ini, Garuda harus menaklukkan lawan tangguh di putaran keempat zona Asia.

Masuk Grup B, Indonesia bersaing dengan dua kekuatan dari Jazirah Arab, yakni Arab Saudi dan Irak. Kedua laga akan berlangsung di Arab Saudi pada awal Oktober mendatang.

Fisik dan adaptasi iklim jadi dua aspek penting yang harus segera disiapkan. Jika tak ingin mengulang hasil buruk seperti sebelumnya, skuad asuhan Patrick Kluivert mesti tampil jauh lebih bertenaga.


Tantangan Timur Tengah: Bukan Sekadar Sepak Bola

Pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen (kanan) berusaha mengontrol bola di depan pemain Irak, Rebin Sulaka pada laga Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Timnas Indonesia menghadapi Irak di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Berstatus satu-satunya tim non-Jazirah Arab di Grup B, Timnas Indonesia harus cepat beradaptasi. Cuaca panas dan kelembapan tinggi di Riyadh bukan kondisi yang ideal bagi Jay Idzes dkk.

Tak hanya iklim, postur dan daya tahan pemain Arab Saudi serta Irak juga jadi hambatan tersendiri. Kedua tim dikenal dengan permainan keras dan stamina yang tak mudah habis.

Hal ini terbukti pada laga-laga sebelumnya di putaran ketiga. Garuda sempat dibantai Australia 1-5 dan dihajar Jepang 0-6 di Suita, hasil yang menunjukkan lemahnya aspek fisik.


Fisik Prima Jadi Modal Wajib

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, berhasil mengukir clean sheet saat timnya menang 2-0 atas Arab Saudi pada laga keenam Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/11/2024) malam WIB. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Erwan Hendarwanto, pelatih sekaligus pengamat sepak bola nasional, menegaskan pentingnya kekuatan fisik. Baginya, modal utama untuk menaklukkan Arab Saudi dan Irak adalah daya tahan selama 90 menit.

"Modal untuk menghadapi Irak dan Arab Saudi adalah fisik yang prima, di mana bisa bermain spartan selama 90 menit," ujar Erwan kepada Bola.com. Menurutnya, peluang lolos otomatis masih terbuka jika aspek ini terpenuhi.

"Kalau secara fisik dipersiapkan dengan baikl lolos otomatis bisa diraih. Namun, kalau kondisi fisik masih sama ketika melawan China dan Jepang di putaran ketiga lalu, saya rasa, agak kesulitan untuk lolos otomatis," sambungnya.


Memori Positif Lawan Arab Saudi Bisa Jadi Senjata

Pemain Timnas Indonesia merayakan gol Marselino Ferdinan ke gawang Arab Saudi pada matchday keenam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di SUGBK, Jakarta, Selasa (19/11/2024). (Bola.comAbdul Aziz)

Meski tantangan di depan sangat berat, bukan berarti Indonesia tak punya peluang. Erwan mengingatkan bahwa Garuda punya catatan apik saat jumpa Arab Saudi di ronde sebelumnya.

"Irak dan Arab Saudi lawan yang cukup tangguh untuk Timnas Indonesia. Namun, kita punya memori baik saat menghadapi Arab Saudi di dua pertemuan terakhir," katanya.

"Ya, di ronde ketiga lalu kita bisa menahan imbang dan mengalahkan Arab Saudi, minimal itu bisa menjadikan motivasi bahwa peluang untuk lolos sangat mungkin terjadi," ucap Erwan dengan optimistis.

Sumber: Bola.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya