Hoaks Menggunakan AI Makin Marak, Masyarakat Harus Terus Berpikir Kritis

Heru juga menambahkan AI sebenarnya juga bisa dimanfaatkan untuk menghentikan penyebaran hoaks.

oleh Adyaksa VidiDiperbarui 19 Juli 2025, 14:12 WIB
Tujuan utama penyebaran hoaks yang mencatut perbankan adalah untuk mendapatkan data pribadi nasabah yang kemudian disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan AI di dunia sudah sangat pesat belakangan ini. Namun tidak sedikit yang menggunakannya untuk membuat konten hoaks atau berita palsu.

Itu sebabnya pemahaman dan kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan. Pasalnya, jika tidak dilakukan maka penyebaran hoaks yang menggunakan AI menjadi tidak terkendali.

"Ketika ada informasi maka kita harus verifikasi sumbernya, tapi ini saja tidak cukup. Kita juga harus periksa kontennya, apakah informasi itu benar atau tidak. Lalu kita juga harus memastikan konten yang kita konsumsi itu benar adanya," ujar Heru Sutadi, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute dalam acara Virtual Class Liputan6 "Manfaatkan AI untuk Berantas Hoaks, Ketahui Trik dan Tipsnya" yang digelar Jumat (18/7/2025).

"Selain itu marak juga belakangan ini konten deepfake yang menggunakan tokoh tertentu, kita harus selalu lihat dari sumber-sumber informasi lainnya. Pelatihan digital dan edukasi terkait pemanfaatan AI juga harus digalakkan," katanya menambahkan.

Di sisi lain, Heru juga menambahkan AI sebenarnya juga bisa dimanfaatkan untuk menghentikan penyebaran hoaks.

"Informasi dalam bentuk foto, video sebenarnya juga bisa diperiksa dengan menggunakan alat pendeteksi AI. Kuncinya kita harus bisa berpikir kritis dan mau mencari informasi pembanding saat informasi terutama yang berbasis AI datang ke kita," ucap Heru.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya