Liputan6.com, Jakarta Mungkin kamu pernah melihat simbol kuno bernama Ouroboros, gambar ular yang melingkar dan memakan ekornya sendiri. Simbol ini sudah ada sejak sekitar 5000 SM dan mewakili berbagai makna, salah satunya keabadian. Tapi apakah ular benar-benar bisa memakan dirinya sendiri?
Ternyata, fenomena ini bukan sekadar mitos atau simbolisme. Banyak pemilik ular peliharaan dan video di internet menunjukkan bahwa ular kadang benar-benar memakan ekornya. Meski tidak umum, kejadian ini bukan hal yang sangat langka seperti yang dibayangkan.
Advertisement
Fenomena ini mungkin terlihat semakin sering terjadi karena sekarang lebih banyak orang yang memelihara ular dan memiliki akses mudah untuk merekam serta membagikannya.
Mengapa ular, seekor predator ulung, bisa berbalik menyerang tubuhnya sendiri? Penyebab utama ular memakan dirinya sendiri diduga karena stres, kebingungan, atau suhu tubuh yang terlalu panas. Lingkungan yang tidak sesuai bisa membuat ular kehilangan orientasi dan menggigit ekornya sendiri, bahkan sampai menelannya.
Artikel ini membahas lebih lanjut penyebab-penyebab tersebut secara ilmiah, seperti dilansir Liputan6.com dari a-z-animals, Jumat (18/7/2025).
1. Kenapa Ular Bisa Memakan Ekornya Sendiri?
Apa yang menyebabkan ular memakan ekornya sendiri? Para ahli belum menemukan jawaban pasti, namun ada beberapa teori yang cukup masuk akal dan banyak didukung oleh para dokter hewan. Berikut ini beberapa penyebab yang paling mungkin terjadi:
1. Stres atau Suhu Tubuh Terlalu Tinggi
Salah satu penyebab yang diyakini adalah respons terhadap stres, khususnya saat suhu tubuh ular menjadi terlalu panas. Ular termasuk hewan berdarah dingin, artinya mereka tidak bisa mengatur suhu tubuh sendiri dan akan mengikuti suhu lingkungan di sekitarnya. Itulah mengapa di alam liar, mereka sering berjemur di batu.
Saat mengalami stres—misalnya karena kepanasan atau terganggu oleh lingkungan sekitar—ular bisa menunjukkan perilaku merusak diri, seperti menggigit atau menelan ekornya. Ibarat manusia yang menggigit kuku saat cemas, ini bisa menjadi bentuk pelampiasan stres bagi ular. Namun, perilaku ini sangat berbahaya dan bisa berujung fatal jika tidak segera ditangani, terutama pada ular peliharaan.
2. Metabolisme Meningkat atau Rasa Lapar Palsu
Ada juga kemungkinan bahwa saat metabolisme ular meningkat—karena suhu tubuh naik atau faktor lainnya—ular mungkin merasa lapar secara berlebihan, padahal sebenarnya tidak. Jika tidak ada makanan lain di sekitarnya (seperti sering terjadi pada ular peliharaan), mereka bisa saja menganggap ekornya sebagai satu-satunya sumber makanan yang tersedia.
Fenomena ini dikenal sebagai "false hunger" atau rasa lapar palsu, dan bisa menyebabkan ular mencoba memakan bagian tubuhnya sendiri.
3. Kebingungan atau Disorientasi
Penyebab lain yang mungkin adalah kebingungan. Saat ular merasa disorientasi, bisa karena stres atau suhu lingkungan yang tidak stabil, mereka bisa saja keliru mengira ekornya sebagai mangsa. Dalam kondisi ini, naluri makan mereka bisa aktif, dan mereka mulai menyerang ekornya sendiri.
Kondisi seperti ini menunjukkan pentingnya menjaga lingkungan ular peliharaan tetap stabil, nyaman, dan menyerupai habitat aslinya sebanyak mungkin. Jika Anda melihat tanda-tanda ular mencoba memakan dirinya sendiri, segera hubungi dokter hewan atau ahli reptil untuk mencegah cedera serius.
2. Apakah Ada Jenis Ular Tertentu yang Suka Memakan Dirinya Sendiri?
Jawabannya: tidak ada spesies tertentu yang secara khusus lebih sering memakan dirinya sendiri. Semua jenis ular, terutama yang dipelihara dalam kandang buatan, berpotensi menunjukkan perilaku ini jika hidup dalam kondisi yang tidak ideal.
Agar ular peliharaan Anda tidak mengalami stres atau kebingungan yang bisa memicunya menyerang ekornya sendiri, jaga suhu kandang tetap stabil dan sesuai, serta pastikan lingkungan sekitar mendukung kenyamanan dan kesehatannya.
3. Mengapa Ular Memakan Ular Lain? Ini Penjelasan di Baliknya
Memang terdengar aneh saat ular memakan dirinya sendiri, tapi ternyata mereka juga bisa memakan sesama ular—dan perilaku ini punya alasan yang cukup logis. Salah satu teori menyebutkan bahwa karena ular umumnya berbagi sumber daya dan mangsa yang sama, memakan ular lain bisa jadi cara untuk mengurangi persaingan, baik dalam hal makanan maupun pasangan. Kanibalisme ini sering terjadi setelah pertarungan antar jantan, terutama dalam musim kawin.
Yang lebih mengejutkan adalah saat ular jantan memakan betina, seperti yang pernah tercatat pada ular Montpellier (Malpolon monspessulanus) yang hidup di Portugal, Spanyol, Afrika Barat Laut, dan pesisir selatan Prancis. Meski tidak terjadi saat musim kawin, perilaku ini diduga masih berkaitan dengan mengurangi persaingan terhadap sumber makanan.
Ada juga spesies seperti King Cobra (Ophiophagus hannah) dan Cape Cobra (Naja nivea) yang secara aktif memburu ular lain, bahkan dari spesies berbeda. Dulu dianggap hanya terjadi saat kondisi sulit, kini diketahui bahwa perilaku ini adalah bagian dari pola makan normal mereka. Ular-ular ini merupakan predator oportunis yang memasukkan sesama ular ke dalam menu hariannya.
FAQ
Q: Apakah benar ular bisa memakan dirinya sendiri? A: Ya, benar. Meskipun terdengar aneh, beberapa ular—terutama yang dipelihara—pernah tercatat mencoba memakan ekornya sendiri. Fenomena ini nyata dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Q: Apa penyebab utama ular memakan ekornya sendiri? A: Penyebab paling umum adalah stres, suhu tubuh yang terlalu tinggi, kebingungan, atau rasa lapar palsu. Ular yang hidup dalam kandang buatan yang tidak sesuai dengan habitat aslinya lebih rentan mengalami hal ini.
Q: Apakah semua jenis ular bisa melakukan hal ini? A: Tidak ada spesies tertentu yang lebih rentan. Semua jenis ular bisa saja melakukannya jika berada dalam kondisi yang tidak ideal, terutama ular peliharaan yang kandangnya tidak dikontrol dengan baik.
Q: Bagaimana cara mencegah ular peliharaan memakan dirinya sendiri? A: Pastikan suhu kandang sesuai, hindari stres, berikan pakan secara teratur, dan jaga lingkungan kandang tetap stabil dan nyaman. Pemeliharaan yang tepat sangat penting untuk mencegah perilaku abnormal ini.
Q: Apakah ular juga memakan ular lain? A: Ya, beberapa spesies memangsa ular lain sebagai bagian dari pola makannya. Contohnya King Cobra dan Cape Cobra. Ada juga kasus kanibalisme saat ular jantan memakan jantan lain setelah bertarung untuk memperebutkan pasangan atau wilayah.
Q: Kenapa ular jantan kadang memakan ular betina? A: Meski jarang, perilaku ini pernah tercatat, seperti pada ular Montpellier. Diyakini alasannya masih sama—untuk mengurangi kompetitor dalam hal makanan atau dominasi wilayah, meskipun dilakukan di luar musim kawin.