Brantas Abipraya: Bendungan Budong-Budong Bakal Atasi Kekeringan di Sulbar

Pembangunan Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, dimulai sejak tahun 2020.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 18 Juli 2025, 09:30 WIB
Pembangunan Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, yang dimulai sejak tahun 2020

 

Liputan6.com, Jakarta PT Brantas Abipraya (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi ancaman kekeringan yang kian meningkat di wilayah timur Indonesia. Salah satu upaya nyata adalah pembangunan Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, yang dimulai sejak tahun 2020.

Proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020.

“Di tengah kondisi iklim yang makin tidak menentu, keberadaan Bendungan Budong-Budong akan memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar. Bukan hanya sebagai penampung air, tetapi juga sebagai penyelamat ketahanan pangan dan penjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat lokal,” ungkap Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Jumat (18/7/2025).

Manfaat Ganda: Pengairan, Air Baku, dan Kendali Banjir

Bendungan Budong-Budong memiliki kapasitas tampung sebesar 65,18 juta meter kubik, yang akan mengairi lahan pertanian seluas 3.577 hektare dan menyediakan air baku hingga 410 liter per detik. Air tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, fasilitas umum, dan sektor industri.

“Ini adalah bentuk kontribusi nyata Brantas Abipraya dalam menjawab tantangan kekeringan dan perubahan iklim. Dengan suplai air yang stabil, masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada musim hujan,” tambah Dian Sovana.

Selain pengairan dan air baku, bendungan ini juga mampu mengurangi potensi banjir hingga 60 persen, terutama di wilayah rawan seperti Topoyo, Karossa, dan Budong-Budong.

Dengan begitu, kawasan pemukiman dan lahan pertanian setempat akan lebih terlindungi dari risiko bencana tahunan.

 

Energi Bersih dan Dukungan Transisi Energi

Pembangunan Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, yang dimulai sejak tahun 2020

Menjawab tantangan masa depan, Bendungan Budong-Budong juga dibangun dengan desain multifungsi.

Di dalamnya disertakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) berkapasitas 0,6 megawatt (MW) untuk menghasilkan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Inisiatif ini sejalan dengan agenda transisi energi nasional menuju sumber energi bersih dan berkelanjutan.

 

Dorong Ekowisata dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Tak hanya fungsi teknis, proyek ini juga berpotensi besar menggerakkan ekonomi lokal. Area sekitar bendungan tengah dipersiapkan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata air dan ekowisata berbasis komunitas.

Pemerintah daerah dan masyarakat lokal bersama-sama menggagas pemanfaatan kawasan ini untuk mendukung UMKM, ekonomi kreatif, serta sektor informal lainnya.

“Setiap infrastruktur yang kami bangun harus memberikan manfaat jangka panjang, bukan hanya dalam hal teknis tapi juga sosial dan ekonomi. Bendungan Budong-Budong adalah simbol kolaborasi dan masa depan berkelanjutan untuk Sulawesi Barat,” tutup Dian Sovana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya