Tinjau Sumur Tua di Blora, Bahlil: Bisa Hasilkan Rp 2 Juta Lebih per Hari

Pemerintah menargetkan kontribusi produksi dari sumur tua dan sumur rakyat sehingga dukung swasembada energi.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 17 Juli 2025, 20:40 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau sumur migas Ledok, salah satu lapangan migas tua di wilayah kerja (WK) Pertamina EP Cepu. (Foto: Kementerian ESDM)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau sumur migas Ledok, salah satu lapangan migas tua di wilayah kerja (WK) Pertamina EP Cepu di Blora, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025).

Dalam kesempatan itu, Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada energi melalui peningkatan produksi minyak dan gas bumi dari sumur tua dan sumur rakyat.

"Agar lifting (minyak) kita bisa naik, masyarakat kerja tidak dengan was-was. Tidak ada lagi oknum-oknum yang menakuti mereka, dijual ke Pertamina dengan harga yang baik, dan bisa melahirkan lapangan pekerjaan," kata Bahlil.

Pemerintah menargetkan kontribusi produksi dari sumur tua dan sumur rakyat akan terus meningkat secara bertahap. Sekaligus menjadi penopang penting dalam mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari. "Setelah saya mengecek, satu sumur masyarakat itu bisa mendapatkan 3-5 barel," jelas Bahlil. 



Ia menjelaskan, satu barel minyak setara 159 liter, sehingga tiga barel hampir mencapai 500 liter. Dengan harga minyak mentah Indonesia (ICP) USD 70 per barel dan asumsi porsi bagi hasil 70 persen, setiap barel menghasilkan sekitar USD 49. 

"Artinya, dalam sehari satu sumur bisa meraup sekitar USD 147, dibulatkan menjadi USD 150, atau setara lebih dari Rp 2 juta," terang Bahlil. 

 

Serap Banyak Tenaga Kerja

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau sumur migas Ledok, salah satu lapangan migas tua di wilayah kerja (WK) Pertamina EP Cepu. (Foto: Kementerian ESDM)

Selain menyumbang produksi minyak nasional, adanya aturan sumur tua dan masyarakat juga menyerap banyak tenaga kerja. Dengan demikian, Bahlil mengklaim perputaran ekonomi masyarakat terkait sumur‑sumur rakyat ini memberikan dampak positif yang nyata.



"Satu sumur tenaga kerjanya itu bisa 10 orang. Jadi ini menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Terus pendapatan masyarakat perputaran ekonominya ada," tegas Bahlil. 

WK Cepu memiliki 8 struktur aktif yang dikelola melalui kerja sama antara Pertamina EP selaku KKKS, dengan mitra lokal seperti Koperasi Unit Desa (KUD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Struktur tersebut antara lain Wonocolo, Dandangilo, Ngrayong, Ledok, Semanggi, Banyubang, Gegunung, dan Gabus.

 

Pengertian Sumur Tua

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau sumur migas Ledok, salah satu lapangan migas tua di wilayah kerja (WK) Pertamina EP Cepu. (Foto: Kementerian ESDM)

Istilah sumur tua sendiri mengacu pada sumur minyak bumi yang dibor sebelum 1970, pernah berproduksi, dan saat ini tidak lagi diusahakan oleh kontraktor aktif. Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua. 



Penerapan skema ini diperkuat melalui Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi. Regulasi ini membuka ruang bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut berperan dalam mengelola sumur-sumur marginal dengan tetap menjunjung prinsip keselamatan, keberlanjutan, dan tata kelola yang baik.

"Yang penting adalah masyarakat bisa menjalankan aktivitasnya dengan baik, jadi tidak rasa was-was. Dan mereka legal, supaya lingkungannya kita jaga," pungkas Bahlil.  

 

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya