Hujan Terderas dalam 120 Tahun Hantam Beberapa Wilayah di Korea Selatan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 17 Juli 2025, 14:05 WIB
Hujan Terderas dalam 120 Tahun Hantam Beberapa Wilayah di Korea Selatan
Korea Selatan kembali dikejutkan oleh cuaca ekstrem, saat hujan deras mengguyur sejumlah wilayah pada Kamis (17/7/2025), dengan intensitas yang mencetak rekor tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1904. Wilayah Seosan di bagian barat provinsi Chungcheong Selatan menjadi lokasi terparah, dengan intensitas curah hujan mencapai 114,9 milimeter per jam. Diketahui, Korea Selatan rutin menghadapi musim hujan tahunan setiap Juli, dan umumnya memiliki sistem penanggulangan bencana yang cukup baik. Namun, perubahan iklim global telah membuat intensitas dan frekuensi kejadian cuaca ekstrem menjadi semakin sulit diprediksi. Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim telah memperburuk ekstremitas cuaca. Fenomena ini memperkuat tren bencana meteorologi yang melanda Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.
Foto selebaran yang diambil pada 16 Juli 2025 dan dirilis pada 17 Juli 2025 oleh Dinas Pemadam Kebakaran Gyeonggi-do ini menunjukkan anggota tim penyelamat yang sedang mencari orang-orang yang hilang setelah dinding penahan setinggi 10 meter dari jembatan penyeberangan runtuh ke jalan saat hujan lebat di Osan, Korea Selatan. (Handout/Gyeonggi-do Fire Services/AFP)
Korea Selatan kembali dikejutkan oleh cuaca ekstrem, saat hujan deras mengguyur sejumlah wilayah pada Kamis (17/7/2025), dengan intensitas yang mencetak rekor tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1904. (Handout/Gyeonggi-do Fire Services/AFP)
Wilayah Seosan di bagian barat provinsi Chungcheong Selatan menjadi lokasi terparah, dengan intensitas curah hujan mencapai 114,9 milimeter per jam. (Jung Yeon-je/AFP)
Diketahui, Korea Selatan rutin menghadapi musim hujan tahunan setiap Juli, dan umumnya memiliki sistem penanggulangan bencana yang cukup baik. (Jung Yeon-je/AFP)
Namun, perubahan iklim global telah membuat intensitas dan frekuensi kejadian cuaca ekstrem menjadi semakin sulit diprediksi. (Jung Yeon-je/AFP)
Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim telah memperburuk ekstremitas cuaca. Fenomena ini memperkuat tren bencana meteorologi yang melanda Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir. (Jung Yeon-je/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya