Liputan6.com, Purwakarta - Puluhan siswa sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah. Bantuan tersebut, disalurkan melalui aspirasi dari Wakil Ketua DPR RI Kang Saan Mustofa.
Bantuan tersebut, disalurkan langsung kepada para siswa di sekolah tersebut oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Dian Fahrud Jaman yang dalam hal ini mewakili Wakil Ketua DPR RI Kang Saan Mustofa. Penyaluran yang salah satunya di (SDN) Mekarjati II itu, juga disaksikan oleh masing-masing orang tua siswa.
Advertisement
"Kami tadi memanggil langsung siswa-siswi dan orang tuanya, dan memberikan langsung ke yang bersangkutan. Mudah-mudahan program ini bisa memberikan manfaat, apalagi di awal tahun ajaran baru seperti sekarang. Bantuan ini bisa meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak mereka, seperti seragam dan perlengkapan lainnya," ujar Dian Fahrud Jaman dalam keterangannya, belum lama ini.
Dian menjelaskan, selain bantuan PIP pihaknya juga sekaligus menyalurkan bantuan lain berupa buku tulis, makanan, dan susu secara langsung kepada para penerima manfaat.
"Ini bentuk perhatian kami agar anak-anak bisa lebih semangat dalam belajar. Kami lihat langsung kondisi siswa-siswinya sehat dan antusias, ini tentu menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan ke depannya," kata dia.
Menyikapi isu pungutan liar (pungli) dalam penyaluran PIP, Dian menegaskan bahwa pihaknya melakukan distribusi secara transparan dengan memanggil langsung siswa, orang tua, dan pihak sekolah.
"Kami selalu panggil para orang tua, lalu kami cek satu per satu anak yang bersangkutan, dan sekolahnya juga kami undang. Ini untuk menghindari praktik pungli dalam penyaluran bantuan PIP," tegas dia.
Dian menambahkan bahwa penyaluran dilakukan lengkap dengan sertifikat yang memuat nomor virtual account dan jumlah bantuan yang diterima. Dengan begitu orang tua tahu persis besaran bantuannya, akunnya, dan ini akan memperkuat transparansi.
Untuk diketahui, bantuan PIP ini disalurkan ke total 12 sekolah di wilayah Mekarjati, meliputi 4 SD, serta beberapa SMP dan SMA, dan dilakukan rutin setahun sekali.
MPLS Bebas Perundungan
Dalam kesempatan yang sama, Dian juga memberikan imbauan tegas terkait kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang sedang berlangsung. Ia meminta pihak sekolah untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan sesuai aturan dan tidak mengandung unsur perundungan.
"Kami menghimbau dalam MPLS ini tidak melanggar aturan. Tidak ada perpeloncoan, tidak ada budaya-budaya yang tidak baik di sekolah ini. Kita ingin awal tahun ajaran ini menjadi momentum memberikan pendidikan yang positif bagi anak-anak kita," tegasnya.
Ia juga menyatakan bahwa masyarakat bisa melaporkan jika menemukan adanya tindakan perpeloncoan atau bullying di lingkungan sekolah.
"Jika ada korban, silakan lapor. Sekolah harus melakukan program-program yang positif dan menghindari praktik yang tidak mendidik. Dengan begitu, sekolah menjadi tempat yang ramah anak dan aman untuk tumbuh dan belajar," pungkasnya.