5 Fakta Terkait Program Sekolah Swasta Gratis di Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menyatakan siap menjalankan program sekolah swasta gratis. Hal ini dipertegas oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung.

oleh Virghita Pragiwaka GutamaDiterbitkan 16 Juli 2025, 19:00 WIB
Seorang guru sedang membimbing siswa di dalam kelas. Meski proses belajar mengajar berjalan aktif, sebanyak 20 SMP swasta tidak mendapatkan siswa baru dalam penerimaan murid tahun ajaran 2025/2026.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menyatakan siap menjalankan program sekolah swasta gratis. Hal ini dipertegas oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung.

"Yang jelas dibandingkan yang lain, Jakarta pasti lebih siap. Karena memang sudah ada rencana awal untuk menggratiskan sekolah swasta," ujar Pramono Anung seperti dilansir dari Antara, Sabtu 12 Juli 2025.

Kepala Dinas Pendidikan Jakarta Nahdiana juga telah membeberkan 40 sekolah yang ditunjuk untuk mengikuti program sekolah swasta gratis ini.

Misalnya, di jenjang Sekolah Dasar (SD) yaitu SD Bhakti Luhur, Petogogan, Jakarta Selatan dan SDS Bina Pusaka, Koja, Jakarta Utara.

Lalu jenjang Sekolah Menengan Pertama (SMP) yaitu SMP Muhammadiyah 32, Keagungan, Jakarta Barat lalu SMP Al Inayah, Kedoya Utara, Jakarta Barat serta SMP Triwibawa, Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat.

Kemudian, Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim menjelaskan alasan ditunjuknya 40 sekolah swasta di Jakarta untuk ikut dalam program tersebut.

"Ada 12 kriteria yang yang diberlakukan untuk memilih 40 sekolah swasta gratis," ucap Chico.

Kriterianya di antaranya memiliki izin pendirian, memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) yang terdata pada Sistem Manajemen Data Pendidikan Nasional, dan telah menyampaikan data pada Sistem Manajemen Data Pendidikan Nasional sesuai kondisi riil di Satuan Pendidikan Swasta per triwulan pada tahun berjalan.

Berikut sederet fakta terkait sekolah swata gratis di Jakarta dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Program Mencakup Jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB

Murid tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam program Rintisan Sekolah Swasta Gratis sesaat sebelum belajar dalam kelas pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Tarbiyah Islamiyah, Depok, Jawa Barat, Senin (14/7/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Pemerintah Provinsi Jakarta menyatakan siap menjalankan program sekolah swasta gratis. Hal ini disampaikan secara tegas oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

"Yang jelas dibandingkan yang lain, Jakarta pasti lebih siap. Karena memang sudah ada rencana awal untuk menggratiskan sekolah swasta," kata dia seperti dilansir dari Antara, Sabtu 12 Juli 2025.

Sebanyak 40 sekolah swasta telah ditunjuk sebagai percontohan (piloting) program tersebut. Sekolah-sekolah ini tersebar di lima wilayah kota administratif Jakarta dan mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB.

Sekolah-sekolah tersebut telah memenuhi syarat legalitas, akreditasi, dan komitmen transparansi keuangan serta ditetapkan sebagai pilot project sekolah gratis tahun ajaran 2025/2026.

 

2. Alasan dan Kriteria Pemilihan Sekolah Swasta Gratis

Sebanyak 33 Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta disediakan Pemerintah Kota Depok secara gratis untuk menampung 2.500 siswa tahun ajaran 2025/2026. (merdeka.com/Arie Basuki)

Pemerintah Provinsi Jakarta menyatakan kesiapannya dalam menjalankan program sekolah swasta gratis. Sebanyak 40 sekolah telah ditunjuk untuk mengikuti program ini.

Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim menjelaskan alasan ditunjuknya 40 sekolah swasta di Jakarta untuk ikut dalam program tersebut.

"Ada 12 kriteria yang yang diberlakukan untuk memilih 40 sekolah swasta gratis," kata dia seperti dilansir dari Antara, Sabtu 12 Juli 2025.

Adapun kriteria sekolah swasta gratis Jakarta yang dimaksud sebagai berikut:

Memiliki izin pendirian;

Memiliki NPSN yang terdata pada Sistem Manajemen Data Pendidikan Nasional;

Telah menyampaikan data pada Sistem Manajemen Data Pendidikan Nasional sesuai kondisi riil di Satuan Pendidikan Swasta per triwulan pada tahun berjalan.

Terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan;

Bersedia mengikuti Pendanaan Satuan Pendidikan Swasta yang dituangkan dalam surat pernyataan kesediaan;

Bersedia melaporkan pengelolaan keuangan setiap tahun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

Tidak merupakan Satuan Pendidikan Kerjasama.

Bersedia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam Pendanaan Satuan Pendidikan Swasta;

Diprioritaskan bagi sekolah swasta yang berada di kelurahan yang tidak memiliki sekolah negeri;

Satuan Pendidikan Swasta penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Pemerintah Pusat selama 3 (tiga) tahun terakhir tanpa terputus;

Satuan Pendidikan Swasta menyelenggarakan proses belajar mengajar tanpa adanya kelas terputus

Memiliki Rekening Satuan Pendidikan Swasta atas nama Satuan Pendidikan Swasta pada Bank umum daerah dalam hal ini PT. Bank DKI.

 

3. Daftar 40 Sekolah Swasta Gratis Jakarta

Sekolah-sekolah yang berpartisipasi dalam program ini dipastikan tidak akan memungut biaya pendidikan dari siswa yang diterima. (merdeka.com/Arie Basuki)

Kepala Dinas Pendidikan Jakarta Nahdiana telah membeberkan 40 sekolah yang ditunjuk untuk mengikuti program sekolah swasta gratis ini.

Berikut ini adalah daftar lengkap 40 sekolah swasta yang terlibat dalam program sekolah swasta gratis Jakarta:

Jenjang SD

1. SD Bhakti Luhur, Petogogan, Jakarta Selatan

2. SDS Bina Pusaka, Koja, Jakarta Utara

Jenjang SMP

1. SMP Muhammadiyah 32, Keagungan, Jakarta Barat

2. SMP Al Inayah, Kedoya Utara, Jakarta Barat

3. SMP Triwibawa, Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat

4. SMP Trisula Perwari 2, Paseban, Jakarta Pusat

5. SMP Trisula Perwari I Jakarta, Pasar Manggis, Jakarta Selatan

6. SMP Yaspia, Rawa Terate, Jakarta Timur

7. SMP Sejahtera, Pademangan Barat, Jakarta Utara

8. SMP Darul Maarif, Semper Timur, Jakarta Utara

9. SMP Al Hasanah, Sukabumi Utara, Jakarta Barat

10. SMP Yakpi I DKI Jaya, Pademangan Barat, Jakarta Utara

Jenjang SMA

1. SMA Lamaholot, Rawa Buaya, Jakarta Barat

2. SMAS Budi Murni 2, Kedoya Selatan, Jakarta Barat

3. SMAS At Taqwa Jakarta, Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat

4. SMAS Taman Madya I Jakarta, Serdang, Jakarta Pusat

5. SMA Plus Khadijah Islamic School, Lebak Bulus, Jakarta Selatan

6. SMAS Muhammadiyah 12 Jakarta, Kayu Manis, Jakarta Timur

7. SMA Teladan 1 Jakarta, Susukan, Jakarta Timur

8. SMAS Gita Kirti 2, Sunter Jaya, Jakarta Utara

9. SMAS Al Khairiyah Jakarta, Lagoa, Jakarta Utara

10. SMAS Wijaya Kusuma, Rambutan, Jakarta Timur

Jenjang SMK

1. SMKS Citra Utama, Tegal Alur, Jakarta Barat

2. SMKS Maarif Jakarta, Grogol, Jakarta Barat

3. SMKS At Taqwa Jakarta, Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat

4. SMKS Taman Siswa 2, Kemayoran, Jakarta Pusat

5. SMKS PGRI 15 Jakarta, Petukangan Utara, Jakarta Selatan

6. SMKS Cyber Media, Pancoran, Jakarta Selatan

7. SMK Gapura Merah Putih, Ciganjur, Jakarta Selatan

8. SMKS Cipta Karya Jakarta, Kayu Manis, Jakarta Timur

9. SMK Bina Nusa Mandiri, Ciracas, Jakarta Timur

10. SMKS Fajar Indah, Pademangan Barat, Jakarta Utara

11. SMKS Sari Putra, Semper Barat, Jakarta Utara

12. SMKS YP IPPI Petojo, Petojo Utara, Jakarta Pusat

13. SMK Katolik Saint Joseph, Kenari, Jakarta Pusat

14. SMK Jagakarsa, Jagakarsa, Jakarta Selatan

15. SMKS YPK-Kesatuan, Manggarai, Jakarta Selatan

16. SMKS Laboratorium Jakarta, Pondok Kopi, Jakarta Timur

Jenjang SLB

1. SLB B-C Alfiany, Cengkareng Barat, Jakarta Barat

2. SLB BC Abdi Pratama, Munjul, Jakarta Timur

 

4. Disdik Jakarta: Sekolah Swasta Gratis Tetap Jalan, Tunggu Pergub dan Perpres

Sekolah SMP Yaspia, Rawa Terate, Jakarta Timur. Salah satu sekolah yang masuk dalam program sekolah swasta gratis. (Foto: Akun Instragram @smp.yaspia).

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menjelaskan alasan program sekolah swasta gratis sudah berjalan di Jakarta meski belum ada peraturan gubernur (pergub).

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taga Radja Gah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, mengatakan, hal ini dilakukan dengan tujuan agar setiap anak bisa mulai bersekolah.

Taga juga menjelaskan keputusan ini dibuat setelah berdiskusi dengan pihak sekolah swasta yang ditunjuk.

"Kalau nunggu pergub dulu 'kan nggak sekolah, nanti kasihan. Makanya kami kemarin musyawarah sama sekolah swasta. Pergubnya belum ada, tapi Inshaa Allah kami akan proses terus," katanya.

Setelah berdiskusi dengan 40 sekolah swasta yang ikut dalam program sekolah gratis, Taga mengatakan, seluruhnya setuju dengan keputusan tersebut meski belum ada pergub.

Untuk pembayaran memang menunggu pergup dan mereka paham. "Inilah kolaborasi antara masyarakat dengan pemda. Sebenarnya ini untuk membantu wilayah-wilayah yang tidak ada sekolah negerinya," katanya.

Taga juga mengatakan bahwa seluruh peserta didik mengetahui adanya program tersebut. Bagi siswa yang sudah melakukan pembayaran, maka dibuatkan pernyataan bermeterai, selanjutnya uang tersebut akan dikembalikan apabila dana dari pemerintah daerah sudah cair.

Kendati demikian, Taga belum dapat merinci besaran anggaran yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk program tersebut.

 

5. Pemprov Jakarta Kebut Penyusunan Pergub Sekolah Swasta Gratis

Pemerintah kota Depok akan melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap sekolah-sekolah yang berpartisipasi untuk memastikan kualitas pembelajaran. (merdeka.com/Arie Basuki)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melaksanakan tahap pertama sekolah swasta gratis pada Senin, 14 Juli 2025. Ada 40 sekolah swasta dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB yang dipilih untuk mengikuti program ini.

Sekolah-sekolah tersebut telah memenuhi syarat legalitas, akreditasi, dan komitmen transparansi keuangan serta ditetapkan sebagai pilot project sekolah gratis tahun ajaran 2025/2026.

Adapun program sekolah swasta gratis menyasar siswa dari keluarga kurang mampu, khususnya penerima bantuan sosial, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

Meski begitu, aturan teknis berupa peraturan gubernur (pergub) terkait kebijakan sekolah swasta gratis di Jakarta saat ini belum rampung. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan pergub masih digodok dan saat ini dalam tahap harmonisasi Biro Hukum.

"Pergubnya sedang disusun. Memang kita telah melaksanakan program sekolah gratis di 40 sekolah swasta. Ini harus punya payung hukum supaya kita paham dari mana harus memulainya. Sekarang lagi tahap harmonisasi dengan DPRD, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Dalam Negeri," kata Rano Karno dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (16/7/2025).

Dari sisi anggaran penyelenggaraan sekolah swasta gratis juga sedang disiapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025.

Menurut Rano, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta terus melakukan monitoring terhadap uji coba sekolah swasta gratis, yakni dengan melakukan review terkait jumlah kehadiran siswa, sarana dan prasarana sekolah, serta kesiapan guru dan tenaga kependidikan.

Tidak hanya itu, evaluasi terhadap kesiapan sekolah juga dilanjutkan. Hal ini guna memastikan semua aspek siap, termasuk meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses belajar mengajar dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan siswa dan industri.

Adapun program sekolah swasta gratis diberikan kepada seluruh siswa yang bersekolah di lokasi yang telah ditetapkan. Sehingga, program ini bukan hanya bagi siswa baru kelas awal, tapi juga untuk siswa lanjutannya, yaitu kelas 2, 3, 4, 5, 6 SD, 8 dan 9 SMP, serta 11 dan 12 SMA/SMK).

"Memang kita akan, istilahnya uji coba ya, uji coba di 40 sekolah swasta," ucap Rano.

Infografis 64 Sekolah Rakyat Tahap I Beroperasi Juli 2025. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya