Sopir Truk Blokade Pintu Masuk, Pelabuhan Ketapang Macet Total

Sopir truk di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, melakukan aksi unjuk rasa, memprotes berkurangnya jumlah kapal yang beroperasi karena adanya inspeksi kapal di dermaga LCM.

oleh Hermawan ArifiantoDiperbarui 16 Juli 2025, 15:56 WIB
Kemacetan total terjadi di kawasan pelabuhan Ketapang Banyuwangi imbas dari pembatasan angkutan kapal di Pelabuhan LCM Ketapang Banyuwangi (Istimewa)

Liputan6.com, Banyuwangi - Para sopir truk di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, melakukan aksi unjuk rasa, memprotes berkurangnya jumlah kapal yang beroperasi karena adanya inspeksi kapal di dermaga LCM. Sopir bahkan sempat memblokir akses di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi yang menyebabkan antrean kendaraan mengular sejak Selasa (15/7/2025) hingga Rabu (16/7/2025). 

Kemacetan masih berlangsung hingga saat ini, dan antrean kendaraan terpantau cukup panjang mencapai 7 kilometer hingga destinasi wisata Grand Watudodol. "Macet sampai GWD," kata pengurus truk, Aris, Rabu (16/7/2025). 

Diceritakan Aris, kemacetan parah terjadi di sekitar Kantor Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Wangi Pelabuhan Tanjung Wangi, di mana kendaraan dari dua arah tak bisa bergerak sama sekali. Hal tersebut dikarenakan kendaraan yang melaju dari Situbondo ke arah Pelabuhan Ketapang mengambil dua jalur jalan, sehingga kendaraan dari arah sebaliknya tak bisa melintas. "Menumpuk, adu banteng di sana," ujarnya. 

Beberapa waktu berselang, ia kembali ke lokasi yang sama, dan hal yang sama masih terjadi, kendaraan yang menuju Pelabuhan Ketapang masih menguasai dua jalur. Polisi dan pihak terkait telah berupaya mengatur lalu lintas di area tersebut, namun sikap tak sabaran pengguna jalan membuat kekacauan tak bisa dihindarkan. 

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Banyuwangi, Kompol Elang Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengaturan di beberapa titik. "(Kemacetan) imbas pemblokiran supir truk menginginkan penambahan jumlah armada kapal," ujarnya. 

Saat dikonfirmasi, Kantor kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tanjung Wangi mengatakan bahwa berkurangnya armada kapal yang beroperasi karena adanya inspeksi. Inspeksi dilakukan menindaklanjuti tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, sehingga pengecekan dilakukan untuk mencegah hal serupa terjadi. "Tujuannya untuk keselamatan pengguna jasa. Pemerintah peduli dengan peristiwa yang kemarin terjadi," ungkap Kepala KSOP Tanjung Wangi, Purgana.

Infografis Jepang dan Inggris Tergelincir ke Jurang Resesi. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya