Harga Emas Masih di Kisaran USD 3.330 Hari Ini

Harga emas masih mempertahankan struktur tren naik jangka menengah, meskipun saat ini bergerak dalam fase konsolidasi antara USD 3.300USD 3.350.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 16 Juli 2025, 13:00 WIB
Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia mengalami tekanan turun dipicu rilisnya data inflasi Amerika Serikat (AS) yang memperkuat posisi Dolar AS dan menekan minat terhadap aset lindung nilai seperti emas. Pada perdagangan hari Selasa (15/7/2025) kemarin, harga emas turun lebih dari 0,40% dan sempat menyentuh level tertinggi harian di USD 3.366 sebelum akhirnya ditutup lebih rendah di sekitar USD 3.329.

Penurunan ini terus berlanjut hingga hari Rabu (16/7/2025) ini, di mana harga emas sempat terpantau stabil di sekitar USD 3.330, dalam kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian menjelang data ekonomi lanjutan.

Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menjelaskan, tekanan koreksi ini terjadi karena investor merespons data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan Juni yang naik sebesar 2,7% secara tahunan, sesuai dengan ekspektasi pasar. Meskipun angka IHK inti sedikit di bawah perkiraan (2,9% vs 3%), hasil ini tetap mengindikasikan bahwa inflasi masih jauh dari target The Fed sebesar 2%.

“Data inflasi yang belum melandai membuat pasar semakin yakin bahwa The Fed tidak akan buru-buru memangkas suku bunga. Hal ini langsung berdampak pada naiknya imbal hasil obligasi dan menguatnya dolar, dua faktor yang biasanya membebani harga emas,” ujar Andy dalam keterangan tertulis, Rabu (16/7/2025).

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik menjadi 4,487%, sementara Indeks Dolar AS menguat 0,55% ke posisi 98,64. Kombinasi keduanya mendorong arus modal ke aset berimbal hasil dan menekan logam mulia.

 

Sisi Teknikal

Ilustrasi harga emas hari ini (dok: Foto AI)

Meski begitu, Andy menekankan bahwa pergerakan emas masih tertahan di kisaran teknikal penting, dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah yang signifikan.

“Dari sisi teknikal, harga emas masih mempertahankan struktur tren naik jangka menengah, meskipun saat ini bergerak dalam fase konsolidasi antara USD 3.300USD 3.350. Pola candlestick yang terbentuk masih menunjang potensi rebound, terlebih indikator Moving Average harian juga masih berada di bawah harga pasar, mengindikasikan peluang kelanjutan tren bullish apabila harga mampu menembus level resistensi USD 3.350 dalam waktu dekat,” jelas Andy.

Sementara dari sisi geopolitik, komentar terbaru dari Presiden AS Donald Trump terkait tarif tambahan 30% terhadap Uni Eropa dan Meksiko sempat mendorong emas naik di awal pekan. Namun, ekspektasi pasar bahwa akan ada kesepakatan dagang dalam waktu dekat membuat investor enggan menahan posisi di aset safe haven, sehingga tekanan jual kembali meningkat.

Trump juga sempat menyampaikan desakan kepada The Fed untuk segera memangkas suku bunga dan menyebutkan adanya kesepakatan dagang baru dengan Indonesia, namun pasar tampak lebih fokus pada data ekonomi yang konkret.

 

Prediksi Hari Ini

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Dalam beberapa hari ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan memantau sejumlah data penting seperti inflasi produsen (PPI), penjualan ritel, laporan ketenagakerjaan, hingga survei sentimen konsumen dari Universitas Michigan.

Data - data ini dipandang krusial untuk memperkuat arah kebijakan suku bunga The Fed menjelang pertemuan bulan September dan Simposium Jackson Hole.

Secara keseluruhan, Andy Nugraha dari Dupoin Futures Indonesia memperkirakan bahwa harga emas masih berpotensi untuk bergerak naik secara bertahap jika tekanan dari dolar mereda dan data ekonomi mendukung pelonggaran kebijakan moneter.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya