Ter Stegen di Barcelona: Bertahan demi Harga Diri, atau Pergi demi Menit Bermain

Statusnya sebagai kiper utama Barcelona telah dicabut, tapi keputusannya untuk tetap bertahan memperumit segalanya.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 15 Juli 2025, 17:02 WIB
Marc-Andre ter Stegen akhirnya kembali mengawal gawang Barcelona, dan ikut membantu timnya meraih kemenangan 2-1 atas Real Valladolid pada laga pekan ke-34 La Liga di Estadio Jose Zorrilla, Minggu (4/5/2025) dini hari WIB. (AFP/Cesar Manso)

Liputan6.com, Jakarta Marc-Andre ter Stegen tengah berada di tengah badai. Statusnya sebagai kiper utama Barcelona telah dicabut, tapi keputusannya untuk tetap bertahan memperumit segalanya. Ia kini tidak hanya berjuang untuk tempat di tim, tapi juga harga dirinya.

Barcelona sudah menegaskan bahwa Ter Stegen tak lagi masuk dalam rencana tim musim ini. Joan Garcia diangkat sebagai penjaga gawang utama, sementara Wojciech Szczesny disiapkan sebagai pelapis. Namun, Ter Stegen belum mau pergi.

Beberapa klub mulai mengintip peluang untuk merekrutnya, dengan Galatasaray menjadi peminat paling serius. Namun, kiper Jerman 33 Jerman yang sudah memperkuat Barcelona sejak 2014 itu masih bersikukuh—ia tak ingin hengkang sebelum bertarung hingga titik akhir.


Ter Stegen Tak Lagi Jadi Pilihan Utama

Dua kiper Barcelona, Marc-Andre Ter Stegen dan Wojciech Szczesny, saat sesi latihan di pusat latihan Joan Gamper di Sant Joan Despi, dekat Barcelona. pada 10 Mei 2025. (Josep LAGO / AFP)

Langkah Barcelona mengejutkan banyak pihak, tapi jelas menunjukkan arah baru yang ingin mereka tempuh. Joan Garcia dipilih untuk jadi tulang punggung pertahanan baru tim. Kepercayaan besar itu memberi sinyal jelas bahwa era Ter Stegen telah berlalu.

Sebagai pelapis, Szczesny akan memberikan pengalaman dan ketenangan. Kombinasi keduanya dinilai cukup oleh pelatih dan manajemen untuk menjalani musim penuh tantangan, terutama dari sisi finansial dan performa.

Ter Stegen, sementara itu, tidak diberi tempat. Ia tak akan dimainkan, tak masuk dalam rotasi, dan diminta mencari klub baru. Namun, keputusannya untuk bertahan memicu ketegangan internal yang belum menemukan jalan tengah.


Galatasaray Tawarkan Jalan Keluar

Marc-Andre ter Stegen yang kini tengah menjalani musim ke-10 bersama Barcelona juga tercatat pernah membela Timnas Jerman U-17 bersama Mario Goetze saat berlaga pada ajang Piala Dunia U-17 edisi 2009 di Nigeria. Selain Barcelona, ia juga sempat berseragam Borussia Monchengladbach usai tampil di Piala Dunia U-17 2009. (AFP/Josep Lago)

Di luar sana, Galatasaray melihat peluang. Klub asal Turki itu ingin mendatangkan kiper berpengalaman untuk mengisi pos krusial. Menurut laporan media Spanyol, SPORT, mereka siap menawarkan kontrak empat tahun dan kenaikan gaji yang signifikan asalkan Ter Stegen mau pergi secara gratis.

Tawaran itu cukup menggoda. Jika dikalkulasi, nilainya tergolong besar untuk pemain di atas 30 tahun yang saat ini tak punya jaminan bermain di klubnya.

Komunikasi terus dijalin oleh pihak Galatasaray dengan perwakilan Ter Stegen. Mereka sabar menunggu, tetapi juga realistis—opsi lain terus dipertimbangkan jika akhirnya sang kiper tetap menolak hengkang.


Rasa Kecewa yang Mendalam

Marc-Andre ter Stegen. Kiper asal Jerman berusia 30 tahun yang telah 8 musim memperkuat Barcelona ini pada musim 2021/2022 lalu total kebobolan sebanyak 57 gol dari 48 laga di semua ajang dan hanya 15 kali melakukan clean sheet. Sementara pada musim 2020/2021 lalu ia kebobolan lebih sedikit, 50 gol dari 41 laga di semua ajang dan sukses mencatat 14 kali clean sheet. Barcelona dibawanya finis di posisi kedua klasemen akhir La Liga 2021/2022 di bawah Real Madrid. (AFP/Andreas Solaro)

Bukan hanya soal tempat di lapangan, Ter Stegen merasa klub tak memperlakukannya dengan adil. Ia dikabarkan kecewa karena merasa ada kebocoran informasi internal yang mencoreng namanya, terutama di akhir musim lalu.

Lanjut Baca:

Ia menduga klub sengaja menyebarkan narasi konflik di ruang ganti demi melemahkan posisinya. Hal ini dianggap sebagai bentuk tidak hormat atas dedikasi dan kontribusinya selama bertahun-tahun. Kini, ia bersikeras bertahan untuk membuktikan diri. Ia percaya bisa merebut kembali tempat utama lewat performa, bukan negosiasi. Januari jadi target waktu untuk mengevaluasi semuanya, termasuk kemungkinan pindah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya